Berita

Abdul Somad/Net

Politik

PMKRI: Ustad Abdul Somad Keblinger Dan Intoleran

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 | 11:43 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Patut disayangkan, di tengah semarak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia  masyarakat Indonesia dihebohkan oleh penggalan video berisi ceramah Ustad Abdul Somad yang mengolok-olok Salib dan sosok Yesus yang tergantung di Salib tersebut.

Ceramah yang berisi olok-olok itu seperti sebuah antitesis dari peristiwa bersejarah 74 tahun silam ketika semua golongan menyatu untuk kemerdekaan karena isi ceramah itu justru berpotensi memecah belah rasa persatuan bangsa.

Begitu dituliskan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu.


“Sebagai salah satu tokoh agama Islam terpandang di Indonesia, UAS seharusnya menjadi terang yang menerangi jalan perjuangan bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan dan garam yang memberikan rasa bagi hidup bersama di tengah keberagaman yang ada,” tulis keterangan yang ditandatangani oleh Ketua Presidium PMKRI Juventus Prima Yoris Kago dan Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Rinto Namang.

“Alih-alih menjadi inspirator bagi kehidupan bersama yang baik, UAS malah menjadi provokator yang sangat mungkin merusak rasa persatuan yang selama ini diperjuangkan, dirajut, oleh setiap anak bangsa,” lanjut mereka.

Menurut Abdul Somad terlalu jauh membicarakan apa yang dia sendiri tidak paham, yakni soal teologi Katolik tentang Salib, tentang Sengsara dan Wafat Yesus di Salib, juga tentang Keselamatan.

“Ketidakpahaman itu akhirnya membuat dirinya menyebut sosok yang tersalib sebagai jin kafir. Itu jelas menghina karena sosok yang tersalib itu adalah Yesus Kristus, Tuhan yang diimani oleh umat Katolik,” tulis PMKRI lagi.

Sebagai seorang terpelajar, lebih lanjut PMKRI, pernyataan Abdul Somad itu sama sekali tidak mencerminkan intelektualitas, karena seorang terpelajar tidak akan merendahkan martabat intelektualnya dengan merendahkan keyakinan orang lain.

Sebelum mengakhiri pernyataan mereka, PMKRI menggarisbawahi lima hal.

Pertama, pernyataan Abdul Somad tentang Salib dan jin kafir itu merupakan bentuk kekeliruan dan kebodohan besar karena dia tidak paham dasar teologis dari Salib dan Keilahian Yesus Kristus tetapi berani menyebut itu sebagai bahan olok-olokan.

Kedua, pernyataan Abdul Somad itu berpotensi merusak rasa persatuan di tengah masyarakat mengingat hampir semua umat beragama yang ada di Indonesia adalah warga negara Indonesia.

Ketiga, PMKRI meminta Abdul Somad secara terbuka dan tulus menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Katolik yang terlukai perasaannya karena pernyataan bodoh itu.

Keempat, PMKRI mengimbau  seluruh umat Katolik untuk tidak terprovokasi dengan pernyataan Abdul Somad itu dan tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Terakhir, PMKRI mengimbau pemuka agama untuk mengedepankan rasa persatuan daripada provokasi perpecahan. Para pemuka agama harus menjadi suri tauladan dan edukator bagi umat dan masyarakat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya