Berita

Adi Prayitno/Net

Politik

Jawaban Pembangunan Jangka Panjang Tidak Harus GBHN

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 09:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) bukan satu-satunya jalan untuk menciptakan ide jangka pandang pembangunan berkesinambungan.

Begitu kritik Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno terhadap usulan PDI Perjuangan yang ingin kembali mengaktifkan kembali GBHN.

"Pembangunan jangka panjang berbasis ideologi sah saja dan bagus untuk dicoba kembali. Tapi jawabannya kan tak harus kembali ke GBHN," ujar Adi kepada Kantor Berita RMOL, Kamis (15/8).


Adi menyebut kondisi politik di Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dengan era GBHN saat aktif pada masa Orde Baru. Salah satunya, presiden sebagai kepala negara adalah pilihan rakyat dan bukan lagi mandataris MPR.

“Artinya, biarkan presiden terpilih diberikan kewenangan untuk menentukan visi politiknya yang penting sesuai UUD 45," jelasnya.

Terlebih, lanjut akademisi UIN Jakarta ini, untuk mengaktifkan kembali GBHN itu perlu penyesuaian dengan amandemen terhadap UUD 45.

Menurutnya, Parlemen masih banyak tugas substansial tanpa mengubah dinamika yang saat ini sudah berjalan normal.

"Jangan sampai  mubazhir waktu, tenaga, dan biaya untuk sesuatu yang sebenarnya sudah berjalan normal," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya