Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bukan Ditambah, Pimpinan MPR Harusnya Dikurangi Jadi 2 Kursi

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 15:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengamat politik Ray Rangkuti mengusulkan pimpinan Majelis Permusyawaratn Raiyat (MPR) dikurangi menjadi 2 kursi saja. Satu perwakilan dari unsur Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Fungsi dan kewenangan pimpinan MPR itu tak banyak. Hanya bersifat administratif, jubir dan pimpinan sidang," tutur Ray Rangkuti, Rabu (14/8).

Pendapat Ray Rangkuti merespons wacana penambahan kursi Pimpinan MPR RI menjadi 10 kursi. Diektahui usulan penambahan disampaikan politisi PAN Saleh Partaonan Daulay. Argumentasinya, sembilan fraksi di DPR mendapat satu kursi ditambah fraksi DPD satu kursi.


Ray menjelaskan, tidak ada urgensi penambahan kursi pimpinan PMR kalau mengacu fraksi di DPR. Jika jumlah fraksi DPR menjadi alasan, maka nanti di DPD yang berbasis perwakilan wilayah juga harus dijadikan acuan.

"Sejatinya ada juga pertambahan pimpinan dari DPD. Minimal satu pulau satu orang. Jika ada misalnya jumlah pulau kita 6 atau 7 maka sejatinya 10 ditambah 7 jadi 17 orang. Tentu saja hal ini tidak efesien," paparnya.

Menurut Ray, wacana pimpinan MPR dari DPR adalah bentuk keangkuhan para wakil rakyat. Kata ray, seolah-olah pemilik kedaulatan hanya DPR semata.
 
"DPD cukup diwakili oleh satu orang. Padahal secara lembaga, DPR dan DPD itu sama saja derajatnya. Sekalipun, tentu saja dalam sistem bikameral kita, kewenangan DPR dibuat sedemikian lua," tukasnya.
 




Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya