Berita

Pertanian Vietnam diprediksi bakal melesat dalam 10 tahun ke depan/Net

Dunia

Sektor Pertanian Maju Pesat, Vietnam Bakal Butuh Jutaan SDM Terlatih

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 15:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pada 2030, Vietnam diperkirakan akan menjadi salah satu negara maju di dunia dalam bidang pertanian. Karena itu, Vietnam pun diprediksi akan butuh 5 hingga 6 juta pekerja terlatih untuk mendukung kemajuan tersebut.

Dalam 10 tahun ke depan, Vietnam diperkirakan akan memiliki sekitar 100 ribu perusahaan pertanian, 30 ribu koperasi, dan 70 ribu perkebunan. Angka tersebut meningkat karena adanya penerapan teknologi tinggi di bidang pertanian.

Menurut Direktur Departemen Koperasi dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Le Duc Thinh, pada satu dekade mendatang produksi pertanian, kehutanan, dan akuakultur diharuskan tumbuh sebesar 5 persen. Otomatis, jumlah pekerja yang dibutuhkan pun akan meningkat.


Lanjut Thinh, untuk proyek pelatihan bagi para calon pekerja akan diserahkan kepada pemerintah, sesuai dengan permintaan. Dalam hal ini, pelatihan diprioritaskan untuk sektor pertanian berteknologi tinggi, pertanian digital, dan usaha bisnis.

Dikutip dari Plenglish, pada Kongres Serikat Petani terakhir, Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Presiden Vietnam, Nguyen Phu Trong, mengatakan bahwa pertanian dan penduduk adalah dua faktor strategis dalam pengembangan dan keamanan Vietnam.

Saat ini 1 dari 3 orang Vietnam bekerja di bidang pertanian dan memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar hampir 8 persen. Jumlah ini diharapkan dapat meningkat apabila dilakukan modernisasi serta pengaturan ulang yang baik.  

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya