Berita

Para peneliti yakin Ebola bisa diatasi/Net

Dunia

Uji Coba Obat Untuk Ebola Berhasil Tingkatkan Kelangsungan Hidup Hingga 90 Persen

SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 12:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Empat obat baru telah diuji coba terhadap pasien Ebola di Republik Demokratik Kongo, negara dengan wabah terbesar virus ini. Hasil yang didapat, dua di antaranya mampu meningkatkan kelangsungan hidup pasien hingga 90 persen.

Seperti disampaikan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID), keberhasilan uji coba obat tersebut memunculkan optimisme kalau penyakit ini bisa diatasi.

Uji coba 4 obat terhadap sekitar 700 pasien telah dilakukan di Kongo. Optimisme bahwa Ebola dapat dicegah dan diatasi pun kian meningkat. Pasalnya, 2 dari 4 obat terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien hingga 90 persen.


Dua obat tersebut adalah REGN-EB3 dan mAb114. Dua jenis obat ini menyerang virus Ebola dengan antibodi dan menetralkan dampaknya dalam sel manusia. Kedua obat ini hasil pengembangan dari para penyintas Ebola.

"Mereka adalah obat pertama yang dalam studi ilmiah jelas menunjukkan penurunan angka kematian yang signifikan," ujar Direktur NIAID, dr. Anthony Fauci, seperti yang dilansir BBC.

Selain dua obat tersebut, terdapat dua obat lain yang juga diujicobakan. Yaitu ZMapp dan Remdesivir. Namun hasilnya kurang efektif.  

Dari penelitian, tingkat kematian pasien yang mengonsumsi REGN-EB3 hanya 29 persen, mAb114 34 persen, ZMapp 49 persen, dan Remdesivir 53 persen. Data tersebut diambil dari hasil awal terhadap 499 orang dari 700 pasien yang diuji coba.

Sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup di antara pasien dengan tingkat virus dalam darah yang rendah, REGN-EB3 meraih 94 persen dan mAb114 89 persen. Penelitian yang disponsori NIAID ini bertujuan untuk meminimalkan korban akibat serangan Ebola yang tahun lalu mencapai 1.800 orang di Kongo.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya