Berita

Bendera Maroko/Net

Dunia

Dukung Maroko, AS Tidak Akan Izinkan Sahara Barat Merdeka

SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 16:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat memberikan dukungan penuh pada integritas dan kedaulatan wilayah Kerajaan Maroko.  Washington DC tidak memberi peluang sekecil apapun pada gerakan separtis yang ingin memisahkan diri dari Maroko.

Hal itu dikonfirmasi lagi oleh wartawan yang fokus pada isu pertahanan, Dion Nissenbaum, dalam kolomnya di Wall Street Journal yang berjudul “A Rare Look Inside a Secluded Desert Struggle”. Artikel itu diterbitkan Wall Street Journal pada Minggu (11/8).

"Para pejabat yang terlibat dalam pembicaraan menjelaskan bahwa Washington DC tidak akan mendukung rencana yang mengarah pada negara Afrika baru (Sahara Barat)," tulisnya.


Nissenbaum juga menyatakan bahwa AS mendukung Maroko dan akan menjamin untuk membantu Maroko kembali ke perundingan demi mendapatkan Sahara Barat.

Dalam pandangan AS, pembentukan kembali negara di Afrika akan memicu ketidakpuasan di salah satu pihak dan berpotensi menciptakan wilayah baru bagi ISIS atau Al Qaeda untuk berkembang.

Sahara Barat sendiri merupakan wilayah berpenduduk sedikit yang kaya akan sumber daya alam, seperti minyak dan gas.

Sebagian kecil wilayah ini dikontrol oleh Republik Demokratik Arab Sahrawi (yang tidak diakui oleh PBB) dan sebagian lainnya oleh Maroko.

Sebelumnya, sejak tahun 1991, pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, UN Mission for the Referendum in Western Sahara (Minurso), telah ditempatkan di bekas koloni Spanyol ini dengan membawa mandat untuk menyelenggarakan referendum mengenai kemerdekan atau integrasi dengan Maroko.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya