Berita

Megawati Soekarnoputri di Kongres V PDIP Bali/Net

Publika

Pesan Politik Ibu Megawati

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 15:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AFTER a burnout of long presidential campaign days, Ibu Megawati bisa rileks. Pidatonya lucu, akrab, nyentil Golkar dan Ketua TKN, serang Surya Paloh dan sebuah rhetoric kehebatan PDI Perjuangan.

Pidatonya mempertontonkan keakraban interpersonal dengan Pak Prabowo. Dikemas dengan humor. Expresif. Sisi "perempuan"-nya keluar.

Pasca pidato Jokowi, siang jelang sore, tiba-tiba tokoh Partai Demokrat Andi Arief kirim pesan whatsapps.


Dia bilang, "Jokowi nggak etis dengan hina Prabowo. Soal kemenangan 90 persen di Bali".

Malamnya berbagai type buzzer ramai mengembangkan narasi Megawati dan Jokowi menghina Prabowo di Kongres Bali.

Narasi konyol. Sebuah provokasi. Motifnya mengadu-domba. Menghasut supaya kader dan simpatisan Partai Gerindra merilis serangan terhadap Ibu Megawati dan Jokowi. Pastinya, serangan itu akan direspons oleh "Anak Banteng" dan Projo.

Target utama provokasi ini adalah membatalkan poros kuat Jokowi-Megawati-Prabowo.

Maka status quo bisa dipertahankan. Posisi Jaksa Agung aman di tangan Nasdem. PKB bisa tekan 11 kursi menteri. Demokrat yang terhempas bisa rebound. Nyodok kembali dengan satu Menteri Perindustrian AHY.

Di balik pidato lucu Ibu Megawati, ada semacam warning serius.

Sesaat KPU nyatakan 01 menang, PKB dan Nasdem ngepress Jokowi soal jatah kursi menteri. Jika mereka tidak bisa diatur, PDI Perjuangan akan ambil posisi banyak kursi.

Bila Ibu Megawati berkata "Mau ape loe?", Surya Paloh dan panglima santri bakal garuk-garuk kepala.

Statement Ibu Megawati mengubah sikap Surya Paloh. Dia sontak menyatakan, "Nasdem tidak ada minta-minta. Jadi saya harus lempeng (luruskan), tidak pernah kami minta-minta kursi itu".

Partai gagal threshold pun dibully Ibu Megawati. Tidak tahu malu. Tidak lolos parliamentary threshold tapi minta jatah menteri.

Ibu Megawati menyitir "banteng ngeluruk" dan "gosok tandukmu". Sapaan "Mas Bowo". Kalimat sengaja dipotong. "Kalau nanti... Ya enggak tahu dong... Tolong deket-deketin saya ya", "situ sih bikin saya cape," dan begitu banyak derai tawa.

Semua itu menyiratkan arti; Ibu Megawati dan Pak Prabowo tutup buku masa lalu. Bergandeng tangan hadapi masa depan.

Pesan serius Ibu Megawati adalah dia memberi sinyal kepada partai-partai TKN yang menolak masuknya Pak Prabowo ke dalam pemerintahan akan berhadapan dengan PDI Perjuangan.

Jadi tidak benar apabila ada yang mengatakan Pak Prabowo dilecehkan. Lawong dia disambut pimpinan teras PDI Perjuangan dengan kepala tertunduk hormat.

Yel-yel "hidup Prabowo, hidup Prabowo" menggema ketika dia masuk ruang kongres.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya