Berita

Pusat Studi Air Power Indonesia/Ist

Pertahanan

Mantan KSAU: Dunia Sudah Membagi Luar Angkasa, Kita Boro-Boro…

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 23:01 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Negara sebesar Indonesia dengan wilayah udara yang begitu luas membutuhkan lembaga think tank kedirgantaraan yang dapat diandalkan.

Lembaga tersebut idealnya bekerja secara independen memberikan masukan kepada pengambil kebijakan agar tidak terjadi kekosongan kebijakan di tengah perkembangan dunia kedirgantaraan yang begitu pesat.

Selain kepada pemerintah, lembaga itu pun idealnya mengedukasi publik agar memiliki pemahaman yang memadai mengenai  perkembangan kedirgantaraan mengingat aktivitas kedirgantaraan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.


Demikian antara lain disampaikan Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) Marsekal (Purn) Chappy Hakim ketika membuka pertemuan ke-9 PSAPI di ruang pertemuan lantai 8, Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin pagi (5/8).

Chappy berharap, PSAPI dapat mengambil peran tersebut.

Terkait dengan perkembangan dunia kedirgantaraan yang begitu pesat, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) itu mencontohkan sebuah diskusi di Leiden, Belanda, sekitar dua bulan lalu yang dihadirinya.

“Saya yakin kalau seminar itu diadakan di Jakarta akan dianggap sebagai dagelan dan ditertawakan orang. Topiknya adalah block building at the outer space,” ujar Chappy Hakim seperti dikutip dari ZonaTerbang.Id.

“Bayangkan, dari sekarang mereka sudah bikin kapling-kapling karena ternyata ada potensi mineral dan tambang (di luar angkasa) yang sangat dibutuhkan manusia di masa depan, dan sekarang sudah mulai menuju ke dispute,” sambungnya sambil menambahkan sekitar lima tahun lalu hal ini baru berada pada tahap Research and Development (RND).

“Kalau kita boro-boro untuk outer space (luar angkasa). Untuk air (udara) saja kita masih sedikit perhatian,” katanya lagi.

Chappy Hakim sudah lama membayangkan sebuah lembaga think tank kedirgantaraan yang kredibel. Sejak pensiun di tahun 2005, ia kerap mengajak beberapa temannya berkumpul untuk membicarakan hal itu.

Akhir tahun lalu, pria kelairan Jogjakarta, 17 Desember 1947 ini meluncurkan tiga buku kedirgantaraan, yakni “Penegakan Kedaulatan di Udara”, “Menata Ulang Penerbangan Nasional”,  dan “Tol Udara Nusantara”.

Usai peluncuran ketiga buku itu Chappy Hakim mulai mematangkan rencana pembentukan lembaga think tank dan mengajak sejumlah temannya serta pihak-pihak yang memiliki perhatian yang sama pada perkembangan dunia kedirgantaraan untuk berkumpul setidaknya sebulan sekali.

“Saya dulu merasa sendirian lalu mengundang beberapa teman dekat. Sekarang setiap bulan kita bisa bertemu seperti ini. Luar biasa,” kata dia.

Chappy mengatakan, sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini, termasuk kekacauan sistem digital Bank Mandiri dua pekan lalu dan pemadaman listrik di Pulau Jawa kemarin (Minggu, 4/8) memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi dunia kedirgantaraan Indonesia.

“Hal-hal itu juga merupakan tantangan (bagi dunia kedirgantaraan) yang tidak terlihat secara visual, tetapi berakibat fisik. Belum lagi kalau kita bicara tentang Artificial Intelligent dan Cyber War. It is our future,” demikian Chappy Hakim.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya