Berita

Anies Baswedan/Net

Nusantara

Soal Reklamasi Pulau H, KNTI Menduga Gubernur Anies Sengaja Mengalah

SABTU, 03 AGUSTUS 2019 | 09:47 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mencium dugaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bermain di balik polemik pulau reklamasi yang masih berlanjut hingga kini.

Hal itu diutarakan Ketua Harian DPP KNTI, Marthin Hadiwinata dalam menanggapi Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, SK 1409/2018 tanggal 6 September 2018 terkait pencabutan izin reklamasi Teluk Jakarta, Pulau H.

Kecurigaan tersebut melihat adanya dugaan dukungan yang diberikan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan terhadap kelanjutan proyek pembangunan pulau reklamasi tersebut.


Pasalnya, selama ini Pemprov DKI seakan menutup diri akan adanya kelanjutan gugatan balik kepada pengembang yang telah memenangi proses persidangan akan izin pembangunan lahan reklamasi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta melalui Putusan PTUN Nomor 24/G/2019/PTUN-JKT.

"Kami sangat menyayangkan seakan-akan Pemprov tertutup. Kami terkesan menduga dan curiga Pemprov sengaja mengalah untuk reklamasi dilanjutkan kembali," kata Marthin dalam konferensi pers Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta di Kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).

Adapun, PTUN Jakarta telah memutuskan kepada Gubernur Anies agar melanjutkan kembali proses izin perpanjangan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Kepgub 2637/ 2015 tentang Pemeberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau H kepada PT Taman Harapan Indah.

Itu sebabnya, KNTI menyayangkan sikap majelis hakim yang memeriksa perkara dengan tidak mengikutsertakan pihak lain yang dianggap berkepentingan, terkhusus para nelayan yabg terdampak langsung dari adanya proyek reklamas tersebut.

"Kami terkejut, kami sama sekali tidak mengetahui perlawanan balik dari para pengembang," tutup Marthin seperti dilansir dari RMOL Jakarta.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya