Berita

Mahathir, Imran Khan Dan Erdogan/Net

Publika

Mahathir, Imran Khan Dan Erdogan: Kebangkitan Peradaban Islam

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 13:14 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

BEBERAPA hari lalu di Turki, dalam kunjungannya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meyakini bahwa Turki, Malaysia dan Pakistan akan menjadi tiga negara yang akan membimbing kebangkitan peradaban Islam. Peradaban Islam yang dimaksud Mahathir untuk seluruh umat Islam di dunia, bukan hanya di tiga negara itu saja.

Kayakinan Mahathir ini perlu dipuji. Dalam usianya yang sedemikian tua, pandangannya tetap ideologis. Pada tahun 1998, ketika Datuk Anwar Ibrahim, deputi dia, ingin membuka sistem keuangan moneter Malaysia menjadi bebas, tanpa izin dia, langsung Anwar dia penjarakan, karena Mahathir tidak ingin negaranya di kontrol Barat. Faktanya Malaysia selamat, Indonesia hancur 1998.

Pada saat China hampir mengambil alih bangsa Malaysia, belakangan ini, Mahathir yang tua renta bangkit mengambil alih kepemimpinan Malaysia, mengisolir pengaruh RRC, sekarang akan dikembalikan dalam kerjasama negara-negara Islam.


Tema kebangkitan peradaban Islam selalu muncul dan tenggelam. Sukarno dulu masuk pada tema kebangkitan Asia-Afrika. Jokowi tanpa tema, dan cenderung masuk pada OBOR RRC. Dalam situasi Indonesia memiliki umat Islam 85 persen dan terbesar di dunia, tanpa pemimpin Islam level dunia, maka umat Islam akan menerima perkembangan peradaban atau kebangkitannya dari lintas negara. Dalam kekinian dari pandangan-pandangan yang dibangun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Mahathir dan PM Pakistan Imran Khan.

Benarkah?

Begitulah pertarungan peradaban di dunia. Negara hanyalah proxy kepentingan pertarungan peradaban-peradaban yang ada. Saat ini seluruh pengetahuan dan pikiran-pikiran yang diajarkan di kampus-kampus adalah pengetahuan barat sekuler, misalnya ajaran ekonomi di sekolah-sekolah "prinsip ekonomi adalah dengan modal sekecil-kecilnya, untung sebesar-sebesarnya". Tidak ada lagi Hari Koperasi 12 Juli semarak dengan "Koperasi Sokoguru Perekonomian Bangsa".

Setelah peradaban barat, China Raya pasti akan menawarkan suatu peradaban atheis lainnya, jika berhasil dalam OBOR (One Belt One Road). Nah, jika Mahathir umur panjang, kemungkinan ide kebangkitan peradaban Islam ini bisa dia kerjakan. Tentu disinilah umat Islam Indonesia perlu mendekatkan diri kepada Datuk Mahathir.

Mari kita cermati perkembangan ini. Mungkinkah Islamic Civilization bangkit kembali? Allhua'lam.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Center (SMC).

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya