Berita

Pencari suaka di Jalan Kebon Sirih/RMOL

Nusantara

Akhir Juli, Pemprov DKI Hentikan Bantuan Logistik Untuk Pencari Suaka

SENIN, 29 JULI 2019 | 02:36 WIB

Bantuan logistik yang diberikan kepada 1.300 pencari suaka yang tinggal di eks bangunan Kodim di Kalideres, Jakarta Barat bakal disetop di akhir Juli 2019.

"Saya sudah sampaikan ketika rapat di kantor staf presiden bahwa kami hanya memungkinkan sampai 31 Juli 2019. Artinya, support untuk makanan, listrik dan air bersih yang sampai 8 tanki,” kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, dilansir Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (28/7).

Ia menjelaskan, bantuan yang selama ini diberikan Pemprov DKI hingga akhir Juli sudah melebihi batas waktu tanggap darurat bencana.


Adapun bantuan yang diberikan kepada pencari suaka sudah digelontorkan sejak Minggu (14/7) lalu. Penghentian bantuan juga dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemprov.

"Itu pun tanggap darurat bencana biasanya hanya 14 hari. Sehingga kami bisa memberikan bantuan tanpa proses lelang. Tapi kalau sudah terus-menerus jangka panjang, atau sesuatu dianggap pasti, harus pakai proses lelang. Kalau lelang itu prosesnya tidak sederhana lagi,” lanjut Irmansyah.

"Dukungan semua pihak kami harapkan. Saling bahu membagi lah dengan kita semua,” sambungnya.

Terlepas dari bantuan yang ada, ia menegaskan bahwa hal terpenting adalah memastikan jumlah pencari suaka yang hingga kini masih simpang siur.

"Kemarin rapat staf presiden, para pencari suaka di Jakarta mencapai 5.000 orang lebih. Di Kalideres ada 1.300 orang lebih. Tapi kami pernah (mendata) paling tinggi jumlahnya 1.492 orang. Ini penting tentang angka. Kami tidak bisa menolak kalau ada yang datang. Karena itu kami meminta UNHCR, keimigrasian dan pemerintah dapat menangani hal ini,” tandasnya.

Setidaknya, pencari suaka yang menumpuk di Jakarta berasal dari 12 negara. Di antaranya Afghanistan, Pakistan, Sudan, Iran, Irak, Yaman, Somalia, Ethiopia, Eritrea, Suriah, Palestina, Tiongkok.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya