Berita

Bentrok di Hong Kong/Net

Dunia

Gas Air Mata Dan Peluru Karet Kembali Warnai Aksi Unjuk Rasa Di Hong Kong

MINGGU, 28 JULI 2019 | 22:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gas air mata dan peluru karet kembali mewarnai gelombang protes jalanan yang terjadi di Hong Kong pada akhir pekan ini (Minggu, 28/7).

Polisi anti huru hara Hong Kong mendorong ratusan orang pengunjuk rasa yang terus bergerak ke arah kantor penghubung Beijing di pusat keuangan Hong Kong di distrik Sheung Wan, dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Para pengunjuk rasa yang mengenakan helm, masker gas dan pelindung tubuh menanggapi dengan melempar batu bata, telur dan benda-benda lainnya ke arah polisi.


Polisi dan pengunjuk rasa terlibat dalam bentrok dan perselisihan yang tegang selama berjam-jam setelah puluhan ribu demonstran mengadakan serangkaian aksi unjuk rasa di seluruh kota.

Dikabarkan Channel News Asia, bentrokan itu terjadi selama dua hari berturut-turut dan merupakan kelanjutan dari berminggu-minggu protes anti-pemerintah yang dipicu oleh penolakan atas RUU ekstradisi.

Kantor penghubung Republik Rakyat China (RRC) di Hong Kong diketahui telah menjadi fokus kemarahan para pengunjuk rasa yang cemas akan kontrol Beijing yang meningkat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya