Berita

Rini Soemarno/Net

Politik

Soal Nasib Rini Soemarno, Masinton: Kalau Memang Tidak Bagus, Ya Sudah

SABTU, 27 JULI 2019 | 21:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Publik diminta untuk menilai kinerja Menteri Negara BUMN Rini Soemarno. Sejumlah kasus mengiringi perjalanan karier Rini dalam Kabinet Indonesia Kerja  yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

"Ya kalau memang tidak bagus, ya sudah. Biar publik saja yang menilai,” ujar anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, usai acara Polemik “Utak-Atik Manuver Elit” di Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu siang (27/7).

Kasus terakhir yang menyeret Rini terkait kinerja Garuda Indonesia yang telah menyampaikan ulang laporan keuangan 2018. Dalam laporan keuangan yang diperbaharui itu, Garuda Indonesia mengakui kerugian hingga Rp 2,4 triliun.


Sebelumnya dalam laporan keuangan 2018 yang disampaikan di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di bulan April lalu, Garuda mengklaim keuntungan beberapa miliar rupiah.

Keuntungan itu diperoleh karena Garuda Indonesia memasukkan potensi keuntungan dari kerjasama dengan penyedia superwifi Mahata Aero Teknologi sebagai pendapatan tahun 2018.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepakat, ada bau rekayasa di dalam laporan itu, dan karenanya Garuda mesti membuat restatement laporan keuangan.

Hal lain, terkait peran Rini Soemarno di balik rangkap jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Air.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai, rangkap jabatan itu berkaitan dengan praktik kartel harga tiket.

Ari telah mengundurkan diri dari Sriwijaya Air. Namun dia pernah mengatakan bahwa rangkap jabatan itu atas instruksi Menteri Rini Soemarno.

Rini Soemarno pun sampai sekarang masih mangkir dan tidak menghadiri panggilan KPPU.

Kembali ke pandangan Masinton mengenai posisi menteri secara umum.

Secara umum Masinton menjelaskan bahwa Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan duduk di Kabinet.

"Presiden sudah minta nama-nama. Persoalan di mana dan jumlahnya berapa, itu hak prerogatif Presiden. Yang jelas, kriteria menteri yang diinginkan sudah jelas, harus berani dan berintegritas,” demikian Masinton.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya