Berita

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi (kedua dari kanan)/RMOL

Dunia

Purnatugas, Dubes Iran: Kerja Sama Bilateral Terhambat Minimnya Pengetahuan Potensi Negara

SABTU, 27 JULI 2019 | 01:15 WIB | LAPORAN:

Banyak pengalaman yang didapatkan Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi selama empat setengah tahun di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Dubes Mohammadi yang akan purnatugas pada 15 Agustus mendatang. Sebelum kembali ke negaranya, ia menggelar perpisahan dengan para awak media di kediamannya, Jalan Madiun Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (26/7).

Dalam suasana yang akrab dan bersahabat, para awak media berkumpul dan duduk membentuk lingkaran yang berhadapan dengan Dubes Mohammadi.


“Sebelum meninggalkan Indonesia, apabila saya tidak jumpa dengan teman-teman wartawan itu merupakan sebuah kedzaliman terhadap diri saya sendiri,” ungkapnya.

“Akhir dari interaksi kita di setiap momen membawa sebuah perasaan yang begitu dekat dan kami merasa dianggap menjadi sahabat satu sama lainnya,” sambungnya.

Budaya, bahasa, dan seni Indonesia menjadi hal pertama yang ia kenal dan pelajari saat-saat awal ditugaskan ke Indonesia. Melalui pembelajaran itu lah Indonesia dinilai memiliki faktor x dalam menjalin kerja sama dengan negara lain.

“Saya menemukan Indonesia sebagai negara yang memiliki kemampuan serta peluang untuk bekerja sama dengan berbagai belahan dunia. Mulai dari negara-negara tetangga, dunia Islam, negara berkembang, hingga negara maju,” ungkapnya.

Pada prinsipnya,banyak hal yang dapat dikerjakan dalam kerja sama antarnegara. Mulai dari ilmu pengetahuan, teknologi-teknologi canggih, hubungan sosial, budaya, hingga perekonomian.

Namun sayangnya, kekurangan yang menjadi hambatan kerja sama bilateral saat ini adalah minimnya pengetahuan tentang potensi negara satu sama lain. Padahal, kata dia, hal itu sangat penting untuk memperluas hubungan.

“Untuk meningkatkan hubungan kedua negara dibutuhkan peningkatan pengetahuan. Namun kurangnya pengetahuan dan pengenalan terhadap satu sama lain menjadi faktor utama ketidakseimbangan kemampuan kedua negara," lanjut Dubes Mohammadi.

Atas dasar ini, ia berharap ada peran media untuk menginformasikan dan menyosialisasikan kemampuan satu sama lain. Hal ini ditegaskannya lantaran dunia tengah dihadapkan dengan tensi dan ketegangan, mulai dari kawasan Asia Pasifik yang terjadi perang dagang antara China dan Ameria Serikat, maupun persoalan Korea Utara dan juga di kawasan Timur Tengah.

“Di kawasan kami, yaitu Timur Tengah sudah menjadi persoalan baik ketegangan antara zionis Israel dan bangsa Palestina, maupun ketegangan yang baru-baru ini terjadi di Teluk Persia ataupun peperangan yang terjadi atas tanker di kawasan kami,” paparnya.

“Maka dari itu, di situasi yang seperti demikian, saya menganggap peran media bukan lagi sebagai peran yang penting, melainkan perang yang menentukan,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya