Berita

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez/Net

Dunia

PM Spanyol Gagal Amankan Suara Parlemen Untuk Bentuk Pemerintahan

JUMAT, 26 JULI 2019 | 07:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez gagal untuk mengamankan suara parlemen yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan setelah kesepakatan koalisi ditolak.

Pemimpin Sosialis itu membutuhkan dukungan dari partai sayap kiri Podemos untuk bisa membentuk pemerintahan.

Tetapi para menterinya abstain dalam pemungutan suara hari Kamis (24/7) yang berarti bahwa kesepakatan koalisi itu tidak dapat diterima.


Diketahui bahwa Partai PSOE Sanchez memperoleh kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen bulan April lalu. Namun partainya gagal mencapai mayoritas, sehingga harus menjalin koalisi.

Saat ini dia memiliki waktu dua bulan lagi untuk menemukan solusi atas kebuntuan politik tersebut atau menghadapi pemilihan umum.

Pasca gagal mengamankan suara parlemen, Sanchez mengatakan dia merasa menyesal kesepakatan koalisi tidak dapat dicapai dengan Podemos.

"Kami telah menunjukkan kesediaan mulia untuk mencapai kesepakatan," katanya seperti dimuat BBC.

Sementara itu Podemos mengatakan para menterinya hanya ditawari peran tidak ada atau kosong di dalam pemerintah. Pemimpin Partai Podemos, Pablo Iglesias menyiratkan bahwa Partai Sosialis telah menunjukkan sikap kurang rasa hormat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya