Berita

Mantab Presiden Robert Mugabe/Net

Dunia

Diduga Selewengkan Dana, Menteri Pariwisata Zimbabwe Ditangkap Komisi Anti-Korupsi

JUMAT, 26 JULI 2019 | 06:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Pariwisata Zimbabwe Prisca Mupfumira ditahan untuk diinterogasi oleh komisi anti-korupsi yang baru dibentuk negara itu terkait dugaan korupsi.

Dimuat Al Jazeera, Mupfumira ditahan pada hari Kamis (24/7) atas dugaan hilangnya jutaan dolar di dana pensiun negara itu ketika dia menjadi menteri kesejahteraan sosial.

Dia adalah pejabat senior pemerintah pertama yang ditahan oleh komisi yang dirombak oleh Presiden Emmerson Mnangagwa pada 15 Juli lalu, yang memiliki nama resmi Komisi Anti-Korupsi Zimbabwe (ZACC).


"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa menteri pariwisata saat ini dalam tahanan kami untuk ditanyai dan kemungkinan proses hukum," kata ZACC dalam sebuah pernyataan. Namun tidak ada rincian lebih lanjut yang dirilis.

Menurut hukum Zimbabwe, seorang tersangka harus hadir di pengadilan dalam waktu 48 jam setelah penahanannya.

Mupfumira sendiri adalah anggota senior partai ZANU-PF yang berkuasa. Dia sebelumnya bertanggungjawab mengawasi dana pensiun negara 1 miliar dolar AS. Dia dipecat oleh mantan Presiden Robert Mugabe beberapa minggu sebelum kudeta yang dipimpin militer yang menggulingkannya pada November 2017.

Namun dia kembali diangkat kembali setelah kepemimpinan Mugabe dan diberi portofolio baru.

Dalam laporan audit pada bulan Juni, ZACC telah menuduh beberapa pejabat terkemuka melakukan penyalahgunaan dana. Skandal itu dilabeli sebagai "Skandal Otoritas Jaminan Sosial Nasional".

ZACC sendiri diberi kekuasaan untuk menangkap tersangka.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya