Berita

Boris Johson pilih orang-orang pro-Bexit untuk duduk di kabinetnya/Net

Dunia

Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson Langsung Rekrut Para Pro-Brexit

KAMIS, 25 JULI 2019 | 17:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Boris Johnson tampaknya akan teguh dengan program Brexit. Hal ini bisa dilihat dari susunan kabinet yang diisi sejumlah tokoh pro-Brexit.
 
Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mulai mengadakan rapat perdana bersama kabinet barunya pada Kamis (25/7) pagi waktu setempat di House of Commons.

Johnson menyatakan bahwa kabinetnya memiliki tugas berat yang sudah menanti. Yaitu Brexit, seperti yang ia janjikan, selesai pada 31 Oktober mendatang. Dengan adanya tugas ini, Johnson terlihat memilih orang-orang yang pro-Brexit untuk duduk bersamanya di dalam kabinet.


Seperti penunjukkan Jacob Rees-Mogg sebagai Leaders of the Commons. Rees-Mogg akan memiliki wewenang yang besar dalam pemerintahan.

Sebelumnya, Rees-Mogg sempat mengkampanyekan dirinya di media sosial dengan tagline "Moggmentum". Ini merupakan upayanya dalam meraih dukungan untuk menggantikan Theresa May sebagai PM Inggris.

Jacob Rees-Mogg merupakan politikus yang menjabat sebagai anggota parlemen di North East Somerset sejak 2010. Ia merupakan anggota Partai Konservatif, tempat Johnson berhasil mendapatkan posisi ketua. Rees-Mogg dikenal sebagai tokoh pro-Brexit yang menciptakan banyak kontroversi.

"(Boris) menyatukan negara, partai, melalui kabinetnya," ujar Rees-Mogg setelah penunjukkan dirinya seperti dilansir BBC News.

Sebelumnya, PM Johnson juga telah mengumumkan siapa saja yang berada dalam kabinetnya. Di antaranya adalah Dominic Raab dan Priti Patel. Keduanya dipilih kembali oleh Johnson sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri Inggris.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya