Berita

Selat Taiwan/Net

Dunia

Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan Meski Ada Peringatan Dari China

KAMIS, 25 JULI 2019 | 09:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Amerika Serikat mengirim kapal perang Angkatan Laut melalui Selat Taiwan yang memisahkan Taiwan dengan China, pekan ini. Hal itu berpotensi membuat geram China.

Kapal perang yang dikirim ke Selat Taiwan itu diidentifikasi sebagai Antietam.

"Transit (kapal) melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata jurubicara Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, Komandan Clay Doss dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Channel News Asia (Kamis, 25/7).


"Angkatan Laut Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," tambahnya.

Taiwan adalah salah satu dari sejumlah titik nyala dalam hubungan Amerika Serikat-China, selain perang dagang dan sengketa Laut Cina Selatan, di mana Amerika Serikat juga melakukan patroli kebebasan navigasi.

China sebelumnya telah memperingatkan bahwa negara itu siap berperang jika ada langkah apapun yang mengarah ke kemerdekaan Taiwan. China menuduh Amerika Serikat merusak stabilitas global dan mengecam penjualan senjata ke pulau yang diperintah sendiri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya