Berita

Ada 5 pati Polri yang cukup pantas menduduki jabatan Kapolri dan Wakapolri/Net

Politik

Mereka-reka Calon Kapolri Dan Wakapolri Baru Pilihan Jokowi

RABU, 24 JULI 2019 | 09:52 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

TIDAK terasa, waktu memang begitu cepat berlalu.

Seiring dengan akan berakhirnya periode pertama Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi, masa jabatan Kapolri yang diemban Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah berlangsung selama 3 tahun 2 bulan atau 38 bulan.

Tito dilantik sebagai Kapolri pada Juni 2016. Dan ia sudah sangat lama mengemban amanah sebagai Tri Brata 1.


Kini, memasuki periode kedua Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi, salah satu posisi yang berpeluang sangat besar untuk diganti adalah Kapolri.

Pertanyaannya, siapa calon Kapolri yang berkenan di hati sang Presiden?

Hal lain yang cukup menarik dicermati menjelang pergantian Kapolri adalah jabatan Wakapolri pun akan segera lowong.

Komjen Ari Dono Sukmanto yang saat ini menjabat Wakapolri, secara administrasi akan memasuki masa purnabakti atau pensiun per 1 Januari 2020.
 
Tapi sewaktu-waktu, jabatan Kapolri bisa diserahterimakan kepada pejabat baru yang 'direstui' Presiden.

Seperti posisi Wakapolri, jabatan lain yang merupakan pos untuk pati bintang 3 yang akan segera lowong adalah Kabaharkam Polri, yang saat ini masih dijabat oleh Komjen Pol Condro Kirono.

Condro, juga akan pensiun awal 2020.

Pertanyaannya lagi, siapa yang akan lebih dulu diganti seturut perintah Istana. Kapolri dulu atau Wakapolri?

Untuk calon Kapolri, yang berpeluang besar adalah Kalemdikpol Komjen Pol Arief Sulistiyanto, Irwasum Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis, Kabaintelkam Komjen Pol Agung Budi Maryoto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Gatot yang saat ini masih berbintang 2, bisa dinaikkan terlebih dahulu menjadi Kabaharkam Polri agar bintangnya menjadi 3. Sehingga ia bisa ikut dicalonkan menjadi Kapolri atau Wakapolri.

Jika pergantian Kapolri dilakukan saat ini, kelima perwira tinggi (pati) ini adalah calon-calon terkuat menjadi Kapolri.

Kelima pati tersebut, juga bisa dipilih menjadi Wakapolri.
 
Itu tadi, siapa yang lebih dulu ingin diganti oleh Istana. Kapolri atau Wakapolri?

Jika pertanyaannya seperti ini maka jawabannya adalah pergantian Kapolri yang lebih tepat dilakukan saat ini. Agar dalam masa peralihan kepemimpinan, ada sosok yang sangat disegani menjaga soliditas dalam internal Polri yaitu Komjen Ari Dono.

Ari Dono termasuk yang sangat  senior saat ini dalam organisasi Polri.

Jadi saat berlangsung proses pergantian Kapolri, Ari Dono bisa memainkan peran strategis menjaga kekompakan saat pucuk pimpinan diganti.

Apalagi, pergantian Kapolri memerlukan waktu paling tidak 1 bulan terkait proses yang harus dijalani di DPR. Sesuai dengan Undang-undang, calon Kapolri yang diusulkan Presiden wajib mendapat persetujuan DPR.
Proses yang berlangsung di DPR inilah yang memakan waktu sekitar 1 bulan.
 
Jadi, menutup tulisan ini, Presiden bisa mempertimbangkan kapan waktu yang terbaik melakukan pergantian Kapolri dan Wakapolri.

Sudah waktunya Kapolri diganti karena Tito sudah sangat lama mengemban jabatan Kapolri. Sudah 38 bulan atau 3 tahun 2 bulan.

Hal terpenting yang harus dibenahi setelah pergantian Kapolri adalah pemberian kesempatan yang sama bagi semua polisi untuk mendapat kenaikan pangkat dan jabatan.

Jangan ada lagi perwira tinggi Polri yang 'dikandangkan' oleh Tito di Lemdikpol hanya karena faktor like and dislike semau-mau Kapolri sendiri.

Jangan ada lagi perwira tinggi Polri yang tidak diberi promosi jabatan (padahal sudah di atas 3 tahun menjabat di jabatan tertentu).

Jangan ada lagi perwira menengah setingkat Kombes yang dimatikan kariernya alias tidak boleh dinaikkan pangkatnya menjadi Brigjen, hanya karena faktor like and dislike.
 
Kenaikan-kenaikan pangkat dan jabatan di era Tito, hanya didominasi oleh orang-orang terdekat Tito saja.

Mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln pernah berkata, “Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man’s character, give him power”.

Yang artinya, “Hampir semua pria dapat mengatasi kesulitan. Tapi jika engkau ingin menguji karakter seorang pria, berikanlah kepadanya kekuasaan (jabatan)”.

Semoga Polri bisa segera mendapat pimpinan baru yang lebih profesional dan lebih berintegritas.

Bravo Polri !!! 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya