Berita

Airlangga Hartarto/Net

Politik

Kepemimpinan Airlangga Sukses Ubah Citra Negative Partai Golkar

RABU, 24 JULI 2019 | 00:17 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Posisi ketiga raihan suara Partai Golkar pada Pileg 2019 bukan sebuah kerja organisasi yang gampang. Pasalnya, secara internal  ‘Beringin’ dilanda perpecahan pasca Pilpres 2014. Apalagi Ketua Umum  Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham kemudian terjerat kasus hukum.

“Golkar bisa bertahan di tiga besar parpol pemenang Pemilu, bukan pekerjaan yang gampang. Sebuah kerja organisasi yang hebat di bawah pimpinan Airlangga Hartarto,” ujar Bin Firman Tresnadi, Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring, Selasa (23/7).

Menurut Bin, sosok Airlangga Hartarto sangat diperlukan untuk kembali memimpin Partai Golkar.
 

 
“Airlangga sosok pemersatu. Ke depan Partai Golkar memang perlu sosok pemersatu,” ujar Bin dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOL.

Era kepemimpinan Airlangga, jelasnya, bukan era yang mudah.  Situasi politiknya mirip ketika Partai Demokrat ketika Ketua Umumnya Anas Urbaningrum dan beberapa kader terjerat kasus hukum.

“Raihan suara Demokrat turun draktis pada Pemilu 2014. Partai Golkar tetap bertahan. Ini hasil kerja yang hebat kepemimpinan Airlangga,” ujar Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring.

Bahkan, lanjut Bin, Partai Demokrat yang  dipegang langsung oleh SBY pun tidak bisa terselamatkan dari penurunan suara di Pemilu 2019.
 
Dia menilai, kemampuan Golkar keluar dari framing negative di masyarakat, tentu tidak lepas dari kerja pengurus Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya