Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Harlah Ke-21 PKB Berlogo Lebah, Cak Imin: Kalau Diganggu Bakal Menyengat

SELASA, 23 JULI 2019 | 21:07 WIB | LAPORAN:

Ada yang menarik dalam acara peringatan hari lahir (harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-21. Hal itu ialah dipilihnya serangga lebah menjadi logo dalam acara itu.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan lebah dipilih dalam logo harlah partainya karena memiliki makna khusus, dimana mengambil dari surat An-Nahl ayat 68-69.

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah buatlah sarang-sarang di bukit-bukit yang di dalamnya ada obat yang menyembuhkan, kita berharap ke-21 ini PKB benar-benar bermanfaat menberikan solusi dan obat untuk seluruh tantangan," ungkap Muhaimin di Gedung DPP PKB, Cikini, Jakarta, Selasa (23/7).


Selain itu, dipilihnya lebah sebagai logo harlah PKB memiliki makna bahwa lebah sendiri bisa berbahaya jika diganggu.

"Akan tetapi lebah juga bisa berbahaya, sedikit diganggu bisa menyengat, tentu bahaya," tegasnya disambut teriakan antusias para kadernya.

Dengan ini Muhaimin juga menyampaikan akan menyelenggaran Muktamar PKB di Bali pada 20 Agustus mendatang dengan tema "Melayani Ibu Pertiwi PKB Untuk Semua".

"Mohon restu dengan tugas kemaslahatan, yaitu kemaslahatan umum tema harlah tahun ini, tema muktamar 20 Agustus di Bali yaitu melayani ibu pertiwi PKB untuk semua. Sudah capek mengalamai perjuangan DPC DPW ingin rekreasi di Bali," tandasnya.

Diketahui dalam acara ini, PKB juga menghadirkan bintang tamu penyanyi campursari dari Jawa Tengah yakni Didi Prasetyo atau yang lebih dikenal Didi Kempot. Kehadiran Didi Kempot membuat para banyak warga sekitar ikut memenuhi kantor DPP PKB untuk melihat penampilan The Godfather of Broken Heart ini.

Hadir dalam acara itu, diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Aqil Siradj, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya