Berita

Arsul Sani/RMOL

Politik

Arsul Sani Bantah Pertemuan Di Nasdem Balas Dendam Kepada Mega

Cuma Ucapkan Selamat Ultah Untuk Surya Paloh
SELASA, 23 JULI 2019 | 19:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tidak ada aksi "balas dendam" dari para ketua umum Koalisi Indonesia Kerja (KIK) kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan empat ketua umum partai politik pengusung Jokowi-Maruf Amin, kemarin malam, di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, memang tidak mengundang Megawati.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, mengatakan, pertemuan itu diadakan untuk mengucapkan selamat kepada Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, yang berulang tahun.


"Itu kan ketemu karena Pak SP (Surya Paloh) ultah (ulang tahun) saja, terus karena tiga ketum mau ucapkan selamat ultah, jamnya diatur dekatan supaya sekalian bisa ketemu," ucap Arsul Sani kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (23/7).

Arsul membantah aksi "balas dendam" kepada Megawati Soekarnoputri akibat tidak diundangnya mereka saat Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di MRT Jakarta pada Sabtu (13/7).

"Partai-partai KIK mah tetap kompak, kalaupun ada beda suara atau sikap atas satu masalah terus ketemu atau teleponan ya, jadi selesai," jelasnya.

Arsul juga mengklaim, pertemuan empat ketum KIK di kantor Nasdem tidak membahas khusus isu tertentu.

"Yang dibahas tidak ada yang khusus, soal pimpinan MPR disinggung sedikit, soal perlu tidaknya tambah anggota KIK hanya disinggung bahwa partai-partai akan dengar dulu dari Pak Jokowi," ucapnya.

Mereka yang bertemu kemarin malam adalah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa.

Saat dikonfirmasi wartawan di lokasi pertemuan tadi malam, Surya Paloh mengatakan mereka berkumpul untuk menjaga suasana kebatinan silaturahmi internal.

Tentang Mega, Surya Paloh mengatakan Mega tidak datang karena pertemuan itu bersifat mendadak. Dia mengetahui PDIP sedang sibuk dalam persiapan kongres di Bali.

‎”Kami akan cari waktu lagi dengan Mbak Mega. Harapan kami punya perspektif dan pikiran yang sama,” tutur Paloh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya