Berita

Brigjend Dedi Prasetyo

Politik

Polri Bentuk Tim Khusus Selidiki 4 Video Brimob Pukuli Warga

SELASA, 23 JULI 2019 | 18:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri membentuk tim khusus di dalam Divisi Propam guna mengusut empat video hasil temuan dari investigasi Komnas HAM.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, sampai saat ini tim tersebut masih mendalami peristiwa pada kerusuhan 21-22 Mei lalu. Tim yang dibentuk tersebut akan mencaritahu terlebih dahulu dari mana asal satuan kerja anggota brimob yang melakukan kekerasan.

“Div Propam udah bentuk tim untuk mengusut itu. Saat ini sedang diidentifikasi anggota-anggota yang melakukan tindakan tersebut,” ujar Dedi di Mabes Polri, Selasa (23/7).


Menurut Dedi, jika terbukti melakukan tindakan kekerasan tersebut, maka para anggota brimob yang ada di dalam video itu akan dikenakan sanksi sama dengan pelaku pengeroyokan di Kampung Bali. Seperti diketahui sanksi yang diberikan kepada apart yang melakukan pengeroyokan mendapatkan kurungan 21 hari.

“Sama SOPnya akan menindak seperti halnya kasus di Kampung Bali,” ucap Dedi.

Sebelumnya, Senin (22/7) Komnas HAM dan tim investigasi melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut Komnas HAM memberikan empat video pengeroyokan anggota brimob terhadap perusuh 21-22 Mei.

Keempat video itu, yakni video kekerasan di depan RS Pelni Petamburan, kekerasan di pos jaga asrama Brimob Petamburan, kekerasan di Perempatan Sabang (Depan Kedubes Spanyol) dan kekerasan di Kota Bambu Utara, Jakbar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya