Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Langgar Aturan Kabut Asap, Bos Pabrik Baja Ditangkap

SENIN, 22 JULI 2019 | 08:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bos pabrik baja di kota Tangshan di provinsi Hebei, China ditahan setelah pabriknya diketahui melanggar larangan anti-kabut asap.

Pabrik Baja Tangyin, yang dimiliki oleh Tangshan Iron and Steel Group dianggap gagal melakukan pengurangan produksi wajib sebesar 50 persen yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.

Menurut lapor surat kabar lokal, seperti dimuat ulang Channel News Asia (Smein, 22/8), ketiga tanur ledaknya masih beroperasi penuh ketika pabrik itu dikunjungi oleh inspektur pada 19 Juli lalu.


Akibatnya, manajer umum pabrik ditahan.

Diketahui bahwa output baja China telah mencapai tingkat rekor tahun ini, dengan banyak peningkatan produksi berasal dari pabrik yang lebih kecil dengan biaya kepatuhan lingkungan yang lebih rendah.

Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa upaya China memerangi polusi melambat.

Tangshan sendiri adalah kota penghasil baja terbesar di China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya