Berita

Mao Tse Tung/Net

Dahlan Iskan

Kakek Horor

SENIN, 22 JULI 2019 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

MEREKA akan 50 tahun. Anak muda yang demo besar di Hongkong kemarin. Yang umur mereka mayoritas di sekitar 20 tahun itu.
 
Umur 50 tahun masih setengah baya. Saat kelak Hongkong sepenuhnya di bawah kekuasaan Tiongkok: di tahun 2047.
 
Pada tahun itu konsep 'satu negara dua sistem' berakhir. Selanjutnya terserah Tiongkok: mau tetap “satu negara dua sistem” atau sepenuhnya menjadi seperti Tiongkok. Yang kelak entah seperti apa.


Banyak anak muda itu berpikiran “satu negara dua sistem” pun akan berakhir. Mereka takut tidak ada lagi kebebasan. Berakhirlah demokrasi.
 
Generasi muda Hongkong tentu mewarisi cerita horor. Yang serba menakutkan. Tentang Tiongkok. Yang diceritakan oleh kakek-nenek. Atau orang tua mereka.
 
Kisah yang paling mengerikan tentu kejadian tahun 1966. Persis di saat Indonesia juga mengalami bencana besar: G30S/PKI.
 
Saat itu Mao Zedong melancarkan satu revolusi. Disebut “Revolusi Kebudayaan”. 文化大革命. Orang kaya, orang terdidik, dan orang kota harus pindah ke desa. Dipaksa. Harus bekerja di sawah. Di ladang. Dengan jatah makan yang minim. Dengan tempat tinggal di barak. Dengan pakaian hanya satu.
 
Yang membangkang disiksa. Dihinakan. Dibunuh.
 
Banyak yang tidak kuat bekerja di sawah seperti itu. Mereka melarikan diri ke Hongkong. Dengan risiko terbunuh.
 
Demikian juga puluhan ribu orang Tionghoa asal Indonesia. Yang dulu pulang ke Tiongkok. Mereka kecele. Baru tiga tahun di Tiongkok terkena Revolusi Kebudayaan.
 
Tentu banyak yang tidak kuat. Sudah biasa enak di Indonesia. Banyak di antara mereka yang juga lari ke Hongkong.
 
Salah satu yang lari ke Hongkong itu keluarga Jaya Suprana. Seperti ia tulis di online kemarin.
 
Saya juga sering ketemu mereka di Hongkong. Sekali waktu ikut mereka. Merayakan 17 Agustus. Ratusan orang. Saling bercakap dalam bahasa Sunda. Atau bahasa Jawa.
 
Saya juga pernah datang ke kampung-kampung penampungan mereka. Di Liuzho.
 
Saat itu Hongkong masih di bawah pemerintahan Inggris. Statusnya sewa. Selama 100 tahun. Bukan jajahan.
 
Sewa itu habis di tahun 1997. Inggris pun mengembalikannya kepada Tiongkok. Dengan syarat yang disetujui bersama. Selama 50 tahun ke depan Tiongkok tidak mengubah sistem hukum di Hongkong. Juga tidak mengubah sistem demokrasinya.
 
Apakah di tahun 2047 kelak eksistensi Hongkong hilang?
 
Tentu terserah Tiongkok.
 
Tapi di Tiongkok sendiri berkembang pemikiran untuk tidak mengubahnya. Bahkan justru Tiongkok yang akan berubah.
 
Think-thank di Tiongkok sudah agak lama membicarakan konsep masa depan negara itu. Mereka cenderung tidak akan meniru sistem Amerika. Mereka lebih memilih model Jerman.
 
Belakangan muncul juga pemikiran baru: model Skandinavia (Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark).
 
Saya sering terlibat pembicaraan tidak formal. Dengan orang-orang komunis Tiongkok. Saya pun berani mengatakan pada mereka.

“Sebenarnya justru di Skandinavia-lah cita-cita komunisme tercapai. Tanpa label komunis."
 
Tentu juga tanpa label agama.
 
Di sanalah pemerataan ekonomi terbaik di dunia. Di sanalah 'sama rasa sama rata' relatif tercapai. Pada level yang disebut makmur.
 
Bukan sama rata sama rasa, sama-sama miskinnya.
 
Sebagian generasi muda Hongkong tentu dilanda trauma kakek-nenek mereka. Kini lain lagi. Setelah Tiongkok lebih maju dari Hongkong sebagian mereka ngeri: bagaimana kelak bisa bersaing dengan orang Tiongkok. Yang mereka bayangkan akan dengan bebas masuk Hongkong. Dalam jumlah penduduk yang begitu besar. Tidak perlu lagi visa seperti sekarang.
 
Satu Dama saja sudah begitu menakutkan emak-emak di Hongkong. Lihat DI's Way kemarin (Baca: Da Mama). Apalagi kalau 1,5 miliar orang Tiongkok bebas keluar masuk Hongkong.
 
Demo hari Minggu kemarin begitu besarnya. Meski tidak sebesar tanggal 1 Juli lalu.
 
Pendemo tetap gigih. Meski sehari sebelumnya ada penangkapan-penangkapan. Terkait ditemukannya bahan-bahan bom. Di sebuah gudang. Yang disewa partai pro-kemerdekaan Hongkong.
 
Pendemo juga sudah berani melanggar batas izin. Setelah matahari tenggelam.
 
Mereka berjalan menuju pengadilan tinggi. Tetap seperti rencana semula. Yang tidak diizinkan.
 
Mereka juga mendatangi kantor perwakilan Tiongkok. Melemparinya telur. Melakukan corat-coret. Menyentrong polisi dengan sinar laser.
 
Hanya mereka taat satu hal: tidak meloncati tembok yang dibangun polisi. Yang terbuat dari box-box air. Setinggi 2 meter itu.
 
Mungkin mereka juga akan melanggar satu lagi: tidak mau bubar pada jam 9 malam. Saat tulisan ini sudah harus saya kirim.
 
Mana tahan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya