Berita

Studio animasi Kyoto yang terbakar/Net

Dunia

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Kyoto Tercatat Pernah Merampok Toko

MINGGU, 21 JULI 2019 | 07:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebakaran yang menghanguskan studio animasi Kyoto dan menyebabkan 34 orang meninggal dunia pada Kamis (18/7) diduga kuat dilakukan oleh seorang pria bernama Shinji Aoba.

Polisi menduga, Aoba yang berusia 41 tahun menyebabkan pembunuhan massal terburuk di Jepang dalam dua dekade terakhir. Aoba diduga menuangkan bahan bakar di sekitar pintu masuk studio dan berteriak "Mati" ketika dia memantik api untuk membakar gedung tersebut.

Pasca identitasnya dirilis, serta perkembangan penyelidikan polisi, terungkap sejumlah fakta baru mengenai sosok Aoba.


Channel News Asia memuat, Aoba diketahui tinggal sendirian di lantai dasar sebuah gedung apartemen dua lantai di pinggiran Omiya, yakni pinggiran kota komuter Tokyo. Tempat tinggalnya berjarak sekitar 500 km sebelah timur Kyoto. Dia telah tinggal di situ selama tiga tahun terakhir.

Tetangga sekitarnya menilai, Aoba adalah seorang yang tampak tidak terawat. Dia kerap mengurung diri dan jarang keluar atau berbicara dengan siapa pun.

"Saya belum pernah melihatnya keluar di siang hari, bahkan ke toserba. Saya akan secara teratur mendengarnya keluar sekitar tengah malam," kata seorang tetangga yang menolak disebutkan namanya.tetangga itu, seorang pria berusia 27 tahun yang menolak disebutkan namanya.

Aoba juga ternyata memiliki catatan kriminal. Polisi Jepang dalam sebuah keterangan yang dirilis akhir pekan ini menyebut bahwa Aoba memiliki catatab kriminal. Dia pernah dihukum karena merampok sebuah toko di sebelah timur Tokyo pada 2012.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya