Berita

SBY dan AHY/Net

Politik

Ibarat Memelihara Anak Macan, Jadi Alasan Jokowi Dan PDIP Tolak Demokrat

SABTU, 20 JULI 2019 | 09:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ada tiga alasan kenapa Presiden terpilih Joko Widodo dan PDIP terkesan semakin menutup pintu kabinet untuk Partai Demokrat.

Informasi yang beredar di sebagian kalangan, selain Partai Gerindra sudah merapat ke pemerintah, keberadaan Demokrat di kabinet dinilai akan membuat suasana tidak nyaman.

Alasan pertama Jokowi dan PDIP tolak Demokrat, Demokrat masuk pemerintahan Jokowi-Maruf hanya bekerja untuk partai pimpinan SBY itu.


Kedua, sikap politik Demokrat yang dinilai abu-abu. Dikhawatirkan, masuknya Demokrat menjadi duri dalam daging bagi koalisi pemerintah.

Alasan ketiga, bergabungnya Demokrat ke dalam kabinet baru Jokowi hanya membesarkan politisi muda Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang maju di Pilpres 2024.

Peribahasa menggambarkan, masuknya Demokrat khususnya AHY di kabinet Jokowi-Maruf, ibarat memelihara anak macan.

Pasca pertemuan dua sahabat lama Prabowo Subianto dan Joko Widodo, peluang Partai Gerindra masuk gerbong pemerintahan Jokowi jilid II semakin besar.

Sementara, Partai Demokrat yang sudah menyatakan siap membantu pemerintahan Jokowi-Maruf, saat ini dikabarkan tidak dilirik lagi oleh Jokowi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya