Berita

Rizal Ramli usai memberi keterangan di KPK/RMOL

Hukum

Rizal Ramli: Kasus BLBI Seharusnya Sudah Matang, Tapi Dibikin Mengkal Terus

JUMAT, 19 JULI 2019 | 15:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ekonom senior, Rizal Ramli, telah selesai memberi keterangan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Keterangannya dibutuhkan KPK dalam kapasitas sebagai Menko Ekuin dan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Sebagai yang paham, Rizal diminta KPK menerangkan latar belakang terbitnya Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI yang penyelewengannya dipercaya mengakibatkan kerugian negara senilai ribuan triliun rupiah.


Menurut Rizal, ada dua hal yang menjadi catatan serius. Pertama, utang bank-bank yang mendapat suntikan dana BLBI seharusnya dibayar secara tunai. Sayangnya, metode itu diubah pada era BJ Habibie menjadi dapat dibayar menggunakan aset.

"Seandainya pada waktu itu BLBI dianggap sebagai utang tunai, pemerintah Indonesia malah selamat. Karena kalau utang tunai harus dibayar plus bunga. Tapi karena dibayar dengan aset, bisa masalah seperti sekarang," kata Rizal kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (19/7).

"Nah, ini perlu dijelaskan, karena kalau nanti terjadi krisis ekonomi di Indonesia, kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. Sekali orang utang tunai, ya tetap tunai, jangan bayar pakai aset," imbuhnya.

RR, sapaan akrab Rizal, sudah lebih dari sekali menceritakan muasal penerbitan SKL BLBI di KPK. Diakuinya bahwa kasus korupsi raksasa ini memang rumit dan pelik lantaran melibatkan para pihak yang berkuasa.

"Kasus BLBI ini kan sudah puluhan tahun, kasus Century sudah berapa tahun? Jadi kayak buah di pohon, seharusnya sudah matang dibikin mengkal terus, dibikin macam-macam lah. Karena kasus-kasus kayak begini yang kena, yang terlibat, yang kuasa-kuasa," ungkap Rizal.

Rizal berharap KPK berani membongkar kasus BLBI ini. Menurut dia, kasus ini sudah mulai menemui kejelasan. Kini tinggal bagaimana KPK menyikapinya.

"Saya minta KPK berani beresin. Sudah matang-matang enggak usah dibikin mengkal terus," pinta Rizal.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya