Berita

Kebakaran di studio animasi Kyoto Jepang/Net

Dunia

Saksi Mata: Pelaku Pembakaran Studio Animasi Kyoto Berteriak Karyanya Dijiplak

JUMAT, 19 JULI 2019 | 09:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria yang diduga membakar sebuah studio animasi di Kyoto, Jepang pada Kamis (18/7) mengatakan bahwa karya dia telah dijiplak.

Menurut keterangan seorang saksi mata, pria yang diidentifikasi polisi berusia 41 tahun itu tampak marah setelah melakukan aksinya.

"(Dia) kelihatannya tidak puas, dia tampak marah, meneriakkan sesuatu tentang bagaimana (karya) dia dijiplak," kata seorang wanita yang melihat tersangka ditahan pasca kejadian.


Pria yang tidak dirilis namanya itu diketahui menyiram pintu masuk ke studio Animasi Kyoto dengan cairan yang mudah terbakar. Dia kemudian memantik api dan seketika membuat studio terbakar.

Akibat kejadian tersebut, 33 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kebakaran itu adalah pembunuhan massal terburuk di Jepang sejak serangan yang diduga pembakaran di Tokyo yang menewaskan 44 orang pada tahun 2001.

Channel News Asia mengutip media lokal Jepang mengabarkan, seorang lelaki mirip tersangka diketahui sempat pergi ke sebuah pompa bensin pada hari Kamis (18/7) dan membeli dua kaleng berisi 20 liter bensin. Di lokasi kejadian sendiri, polisi menemukan dua kaleng, ransel, dan troli.

Media Jepang NHK mengabarkan, pelaku tidak memiliki hubungan dengan studio animasi Kyoto. Sementara itu, SIM pelaku terdaftar di sebuah alamat di Saitama, pinggiran utara Tokyo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya