Berita

IKEA/Net

Dunia

Bahan Baku Terlalu Tinggi, IKEA Tutup Pabrik Di AS Akhir Tahun Ini

SELASA, 16 JULI 2019 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa ritel furnitur asal Swedia, IKEA akan menutup satu-satunya pabrik di Amerika Serikat akhir tahun ini.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghemat biakarena biaya produksi. Pasalnya, pihak IKEA menyebut, bahan baku di Amerika Serikat terlalu tinggi dibandingkan dengan Eropa.

Pabrik IKEA yang akan ditutup itu berada di Danville di Virginia selatan. Akibat penutupan, ratusan orang akan kehilangan pekerjaan.


"Kami melakukan segala upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan daya saing pabrik ini, tetapi sayangnya kondisi biaya yang tepat tidak ada untuk melanjutkan produksi di Danville untuk jangka panjang," kata manajer situs perusahaan, Bert Eades dalam sebuah pernyataan (Senin, 15/7).

Pabrik yang dibuka pada 2008 lalu itu diketahui memproduksi rak kayu dan unit penyimpanan untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada.

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung rekan kerja kami melalui perubahan ini karena mereka mencari pekerjaan baru dan peluang pelatihan," kata Eades seperti dimuat Channel News Asia.

IKEA sendiri saat ini diketahui memiliki unit produksi di 24 lokasi di sembilan negara, dengan sekitar 20.000 pekerja.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya