Berita

Jokowi/Net

Politik

Pidato Jokowi Hajar Penghambat Investasi Ngeri Kali!

SENIN, 15 JULI 2019 | 17:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pidato presiden terpilih Joko Widodo dalam acara Visi Presiden di SICC, Bogor dinilai mengerikan. Terutama saat mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan akan menghajar penghambat investor.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar bahkan menyebut pernyataan Jokowi sebagai hal mengerikan. Menurutnya, Jokowi seperti mengabaikan penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Misalnya, jangan halangi investor, atas nama persatuan. Lalu dikatakan akan dihajar bagi siapapun yang menghalangi investor. Ngeri kali!" ujar Haris saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (15/7).


Mantan koordinator Kontras ini bahkan menilai Jokowi seperti melarang masyarakat Indonesia mempertahankan tanah jika dituding menghalangi investasi.

Dia juga memprediksi pernyataan Jokowi akan dijadikan landasan bagi pihak-pihak tertentu untuk mengabaikan HAM.

"Saya malah khawatir pidato Jokowi semalam justru menjadi lonceng penggerak untuk melanggar hukum dan makin mengabaikan hak asasi manusia (HAM)," katanya.

Atas alasan itu, Haris mengaku sedih lantaran visi presiden terpilih nanti tidak mempedulikan kondisi rakyat kecil yang berpotensi dihabisi oleh investor.

Seharusnya, Jokowi berbicara mengenai solusi atas penderitaan orang yang tanahnya diambil pebisnis, sawah yang makin sedikit, peternak kelas menangah ke bawah yang kesulitan harga jualnya, hingga para ASN yang dikriminalisasi.

"Di mana ruang mereka dalam pidato semalam?” pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya