Berita

Emir Qatar/Net

Dunia

Diblokade Negara Tetangga, Qatar Makin Erat Dengan AS

RABU, 10 JULI 2019 | 07:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Qatar semakin mempererat hubungan dengan Amerika Serikat. Hal itu terlihat dari kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Amerika Serikat awal pekan ini (Selasa, 9/7).

Dia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, DC untuk membahas keamanan regional di Teluk dan hubungan ekonomi timbal balik.

Kunjungan Emir Qatar dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta blokade yang diberlakukan oleh negara tetangga Qatar.


Sebelum menggelar pertemuan, Trump mengatakan bahwa Qatar berinvestasi besar-besaran di Amerika Serikat, membeli peralatan militer dan pesawat komersial.

Sementara Emir Qatar mengatakan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat menegaskan kembali cita-cita kedua negara dan merayakan kemitraan ekonomi bersama mereka.

"Bangsa kita berbagi komitmen terhadap sumber daya manusia, bekerja untuk menciptakan ekonomi berbasis pengetahuan yang tangguh dengan penekanan pada pendidikan, keterbukaan, dan peluang bagi semua," kata Emir Qatar.

"Sayangnya, ada beberapa di wilayah saya yang tidak memiliki kepercayaan yang sama dengan kami. Di dunia sekarang ini, kadang-kadang, aliansi harus dibuat dengan mitra yang diperlukan, dan sekutu tertentu sebenarnya bukan teman," katanya, merujuk kepada tetangga Arab negaranya yang merupakan bagian dari blokade.

"Tetapi dengan Amerika Serikat dan Qatar, kami adalah mitra, sekutu dan teman. Kami melanjutkan komitmen bersama kami untuk tetap berinvestasi erat dalam aliansi militer dan keamanan," tegasnya seperti dimuat Al Jazeera.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya