Berita

Kecoa/net

Dunia

Studi Membuktikan Kecoa Makin Sulit Dibunuh

MINGGU, 07 JULI 2019 | 03:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anda yang sangat takut terhadap kecoa bisa jadi akan semakin ngeri setelah membaca berita ini.

Penelitian terbaru atas kemampuan hidup serangga yang umumnya berwarna coklat kehitaman itu menemukan bahwa spesies kecoa semakin kebal terhadap insektisida. Itulah hasil studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Purdue di West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan bukti bahwa spesies kecoa Jerman, yang umum kita temukan di rumah kita, menjadi lebih sulit untuk dibunuh karena mereka dengan cepat mengembangkan resistensi silang terhadap berbagai jenis insektisida pada satu waktu.


Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports bulan lalu.

"Kecoa yang mengembangkan resistensi terhadap berbagai kelas insektisida sekaligus akan membuat pengendalian hama ini hampir mustahil dengan bahan kimia saja," kata penulis utama studi tersebut, Michael Scharf, dalam sebuah pernyataan pada 25 Juni, dilansir ABC News.

Para peneliti menguji tiga metode insektisida tingkat profesional pada kecoa Jerman di gedung multi-unit di Indiana dan Illinois selama periode enam bulan pada 2016. Pertama, mereka berotasi antara tiga insektisida berbeda setiap bulan selama tiga bulan dan kemudian diulang. Kedua, mereka menggunakan campuran dua insektisida yang disemprotkan setiap bulan. Terakhir, mereka menggunakan pengobatan tunggal, umpan gel abamektin, sebulan sekali di daerah di mana kecoa menunjukkan resistensi yang rendah terhadap abamektin.

Menurut penelitian, metode ketiga adalah satu-satunya strategi untuk berhasil mengurangi jumlah kecoak, tetapi hanya pada populasi yang memiliki resistensi awal tingkat rendah terhadap abamektin. Di lokasi lain, di mana 10 persen dari populasi resisten terhadap insektisida, jumlah kecoak bertumbuh pesat.

Para peneliti kemudian melakukan tes laboratorium pada kecoa yang masih hidup dan menemukan bahwa mereka mampu mengembangkan resistansi silang terhadap beberapa insektisida. Hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak mereka.

"Kami melihat peningkatan resistensi empat atau enam kali lipat hanya dalam satu generasi. Kami tidak memiliki petunjuk bahwa sesuatu seperti itu bisa terjadi secepat ini," lanjutnya.

Kecoa dapat membawa berbagai penyakit yang mengancam kesehatan manusia. Mereka juga berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang cocok. Seekor kecoa Jerman berkelamin perempuan dapat menghasilkan 50 anak setiap tiga bulan.

Para peneliti merekomendasikan pendekatan "manajemen hama terpadu" sebagai cara paling efektif untuk mengurangi populasi, seperti menggabungkan perawatan kimia dengan perangkap dan peningkatan sanitasi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya