Berita

Pengamat politik yang juga Direktur Voxpoll Center and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago/RMOL

Politik

Demokrat Dan PAN Tidak Terlalu Penting, Koalisi Jokowi-Maruf Sudah Kuat

SABTU, 06 JULI 2019 | 13:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrat dan PAN yang belakangan memberi kode ingin merapat ke pemerintah diyakini akan sulit terwujud. Pasalnya, partai koalisi Jokowi-Maruf sudah sangat kuat di parlemen, dan sangat cukup dalam mengisi kabinet.

Begitu diungkapkan pengamat politik yang juga Direktur Voxpoll Center and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam acara diskusi publik bertajuk "Ribut Rebut Kursi Menteri" di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7).

"Sebetulanya Demokrat dan PAN (di kabinet) tidak terlalu penting. Sebab sudah kuat koalisi pak Jokowi dan KH. Maruf Amin," kata Pangi.


Sebab, sebut Pangi, partai-partai yang ada di koalisi Jokowi-Maruf pasti meminta jatah menteri. Terlebih, PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, PSI, Perindo dan PKPI sudah berjuang sejak awal.

"Orang lain (Demokrat dan PAN) tidak berjuang, terus ada yang berdarah-darah untuk pak Jokowi apakah mereka (parpol koalisi Jokowi-Maruf) nyaman?" ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Pangi, Jokowi bisa saja menampung Demokrat dan PAN, karena koalisi itu tidak hanya berbicara menteri. Power sharing bisa dilakukan di legislatif juga termasuk jabatan dutabesar atau di BUMN.

Selain Pangi, hadir sejumlah narasumber dalam diskusi tersebut yakni politisi PKB Daniel Johan, politisi PDIP Zuhairi Misrawi, politisi Perindo Ricky K. Margono, politisi Golkar Meutia Hafid, ekonom INDEF Enny Sri Hartati dan kader HMI Saddam Aljihad.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya