Berita

Gedung MPR/Net

Politik

Kesempatan Gerindra-Demokrat-PKS-PAN Rebut Pimpinan MPR Masih Terbuka

SABTU, 06 JULI 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sulit bagi koalisi pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu merebut pimpinan MPR. Pasalnya, raihan kursi Partai Gerindra Cs tidak sebanding dengan koalisi pendukung Jokowi-Maruf.

"Secara logika politik memang agak sulit bagi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat untuk menduduki unsur pimpinan tersebut," kata pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra, Sabtu (6/7).

Namun, dari sisi realitas politik, Gerindra Cs masih berpeluang merebut pimpinan MPR. Yaitu, dengan menjalin komunikasi dengan DPD yang jumlahnya 132 orang.


"Sebaiknya Gerindra dan kawan-kawan percaya diri saja untuk mengajukan paket unsur pimpinan. Kenapa? Karena suara untuk mengajukan pimpinan ini kan bukan hanya anggota DPR, tapi ada DPD," sebut Iwel.

Menurutnya, selama Gerindra Cs mampu melakukan lobi-lobi politik kepada anggota DPD, maka masih ada harapan unsur pimpinan itu jatuh kepada mereka.

"Itu sangat mungkin secara realitas politik. Kesempatan masih terbuka," ujar Iwel.

Beda dengan pimpinan DPR yang otomatis jatah parpol pemenang pemilu, pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara paket. Masing-masing, empat dari fraksi di DPR dan satu dari unsur kelompok DPR.

Perolehan kursi hasil Pemilu 2019; PDIP (128 kursi), Partai Golkar (85 kursi), Partai Gerindra (78 kursi), Partai Nasdem (59 kursi), PKB (58 kursi), Partai Demokrat (54 kursi), PKS (50 kursi), PAN (44 kursi) dan PPP (19 kursi).

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya