Berita

Beras/Net

Politik

Pejabat Negara Harus Dewasa Berkomunikasi

SABTU, 06 JULI 2019 | 01:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Koordinasi menjadi solusi bagi para pejabat negara yang berbeda pandangan dalam melihat sebuah kebijakan. Dengan koordinasi, masalah yang ada tidak sampai terumbar ke publik dan menimbulkan kesan adanya ketidakharmonisan di tubuh pemerintah.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihimbing menanggapi ancaman dari Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) untuk mundur dari jabatannya jika Kementerian Sosial mengambil alih program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Harusnya koordinasi, tidak perlu ada kata mundur. Dalam menjalankan tugas kenegaraan tidak boleh baper (bawa perasaan)," ujar Emrus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/7).


Menurutnya, seorang pejabat negara harus memiliki kedewasaan berkomunikasi. Mereka harus bisa berdiskusi dan berkoordinasi dengan pejabat lain yang memang memiliki tugas hampir sama.

"Tidak perlu mewacanakan itu seolah-olah ada ketidakharmonisan. Sebab, ketika sudah berdiskusi dapat diketahui apa kekurangannya," tegasnya.

Senada dengan itu, anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago juga menyayangkan sikap Buwas. Menurutnya, mantan Kabareskrim Polri itu tidak perlu sampai harus mengancam untuk mundur.

Semua masalah yang ada bisa diselesaikan dengan koordinasi. Dengan berkoordinasi, Buwas bisa tahu apa tupoksi dari Kemensos.

“Bulog itu menyediakan barang untuk dibagikan oleh Mensos. Itulah koordinasinya, bukannya Bulog yang membagikan sendiri. Jangan ego sektoral yang dikedepankan,” pungkasnya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akhirnya telah memberi kepercayaan kepada Bulog untuk menyalurkan beras dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai ( BPNT). Menteri dari Golkar itu hanya menekankan agar kualitas beras yang disalurkan baik.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya