Berita

Taufiqurrahman Ruki/RMOL

Politik

Purnawirawan TNI-Polri Ingin Presiden Dipilih MPR Lagi, Ini Alasannya

SABTU, 06 JULI 2019 | 00:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sejumlah purnawirawan TNI-Polri dan sejarawan yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) ingin agar presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mereka memiliki sejumlah alasan yang melatari keinginan itu.

Pertama, pilpres di Indonesia dinilai telah memecah belah rakyat Indonesia hanya karena berbeda pilihan. Hal tersebut dirasa dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Ternyata mengakibatkan terbelahnya masyarakat, suka atau tidak suka harus diakui bahwa masyarakat telah terbelah," ucap anggota GKI Irjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki kepada Kantor Berita RMOL di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).


Kedua, dana kampanye yang dikeluarkan oleh kandidat presiden dan wakil presiden dinilai terlalu besar, yaitu mencapai triliunan rupiah.

Ruki yakin angka ruiah yang dikeluarkan Jokowi dan Prabowo bersama para tim mencapai lebih dari satu triliun selama proses pilpres.

“Saya yakin tidak kurang dari Rp 1,5 triliun satu kandidat. Biaya yang dikeluarkan untuk pemilu biaya yang sangat besar," jelasnya.

Dana tersebut dinilai sangat disayangkan hanya untuk modal kampanye. Lebih baik, sambung Ruki, dana itu digunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

Tidak hanya itu, mantan pelaksana tugas (Plt) ketua KPK itu juga mempertanyakan sumber dana pilpres, yang dia yakini didapat dari para pemodal.

"Pasti ada cukong main dibelakang, jangan tanya saya, saya kan cuma pengamat, kalau saya penyidik saya cari cukongnya," tegasnya.

Sementara alasan ketiga, modal yang dipakai itu diyakini dapat mempengaruhi sistem kepemerintahan bahkan sistem politik di Indonesia. Sehingga, korupsi merupakan jalan pintas untuk mengembalikan modal.

"Pemegang modal-modal itu suatu saat akan menagih kompensasi apa yang sudah mereka berikan, bukan hanya kepada presiden, termasuk partai politik," paparnya.

Atas alasan itu, GKI menyarankan agar presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR sebagai pemegang mandat rakyat.

"Jadi kalau kami sekarang yang sudah tua-tua ini banyak berpikir tentang bagaimana menata kembali negeri ini dengan cara UUD 45, itu sebetulnya hanya karena sayang," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya