Berita

Foto: Net

Nusantara

Hari Ke-6, Pencarian Heli MI-17 Intens Di Airu Dan Lereh

JUMAT, 05 JULI 2019 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Heli MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak Jumat (28/6) lalu, masih dalam pencarian.

Memasuki hari ke enam, pencarian lebih intens di daerah Airu dan Lereh. Hal ini berdasarkan informasi terakhir kemarin hingga pagi tadi dari masyarakat sekitar lereng Oksibil.

"Itu juga belum bisa dipastikan, bahkan ada mendengar tapi tidak melihat, suara seperti truk rusak, suaranya seperti tidak normal," tutur Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi kepada Kantor Berita RMOL, sesaat lalu (Jumat, 5/7).


Aidi menjelaskan, informasi terakhir itu yang dikembangkan penyusuran heli MI-17 tidak hanya mengerahkan dua unit heli bell TNI AD, tetapi juga via darat dengan kekuatan 1 SKK atau 100 orang gabungan TNI, Polres, Basarnas, dan sukarelawan.  

"Walaupun medan pencarian tidak setinggi Oksibil, masih hutan belantara. Kita berharap itu (informasi terakhir) yang positif," ucapnya.

Kondisi cuaca, Aidi menambahkan, masih seperti kemarin, tidak sepenuhnya mendukung. Namun tim masih bisa memanfaatkan celah-celah terbuka yang tidak tertutup kabut.

Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang dan kru terbang take off dari Oksibil menuju Jayapura pada Jumat (28/6) pukul 11.44 WIT.

Sebelum hilang kontak, petugas di bandara Oksibil sempat menerima laporan pilot bahwa pesawat terbang pada ketinggian  7.800 kaki, enam mil laut ke utara.

Pukul 13.11 seharusnya heli MI-17 mendarat di Sentani. Karena tak ada laporan, dikroscek ke bandara Oksibil.

"Selama menit nol sampai lima masih komunikasi, bahkan pilot heli itu sempat mengucapkan terima kasih kepada pemandu di Bandara Oksibil," ulas Aidi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya