Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Krakatau Steel Rugi Gara-Gara Prediksi Rizal Ramli Diabaikan

RABU, 03 JULI 2019 | 16:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Restrukturisasi ribuan pegawai PT Krakatau Steel bukan hal yang mengejutkan bagi ekonom senior DR Rizal Ramli. Sebab, jauh sebelumnya dia pernah memprediksi hal tersebut akan terjadi.

Secara logika, kata Rizal Ramli, infrastruktur yang dibangun secara menggebu-gebu selama 4,5 tahun terakhir seharusnya memberi keuntungan bagi PT KS untuk memperluas penjualan. Tapi hal tersebut tidak terjadi.

Sebaliknya, PT KS kini dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka merugi dan harus melakukan restrukturisasi pegawai dengan jumlah mencapai ribuan.


Hal ini terjadi, sambung Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, lantaran Indonesia kebanjiran impor baja dari negeri China. Di mana harga jual baja tersebut didumping, sehingga membuat produsen lokal kewalahan.

"Dan aturan impornya dipermudah oleh Menteri Perdagangan (Enggartiasti Lukita). Tidak aneh KS merugi," kata pria yang akrab disapa RR itu dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu.

Setahun lalu, RR sudah memprediksi hal tersebut. Dia bahkan memberi solusi agar pemerintah mengenakan anti dumping tarif sebesar 25 persen.

Usulan itu disampaikan karena RR melihat restrukturisasi utang KS saja tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan plat merat tersebut. Langkah itu sebatas membuat utang lebih aman, tapi di satu sisi tidak akan berdampak pada tingkat penjualan.

Sementara pengenaan tarif anti dumping bisa membuat China mengerem pengiriman produk bajanya. Sebab, kini China memang tengah mengalami kelebihan kapasitas dalam industri baja. Mereka sangat ingin merealokasi pabrik baja bekas ke Indonesia.

"Eh.. malah diberi bebas pajak 30 tahun oleh Menteri Keuangan “Terbalik”. Cerdas nggak itu?" tanya RR sambil memberi emotikon tertawa.

Saran mengenai pengenaan tarif anti dumping pernah disampaikan RR pada September 2018 lalu, Indonesia Business Forum yang disiarkan TV One. RR datang sebagai pembicara dalam acara yang mengangkat tema "Pajak Impor Naik, Rupiah Kuat?".

Jauh sebelumnya, mantan Menko Kemaritiman itu juga pernah mengingatkan berkali-kali kepada pemerintah untuk tidak fokus kepada pengurangan impor yang hanya berdampak kecil bagi pemasukan negara. Kala itu, dia mengkritik kebijakan pengurangan impor 1.147 komoditas.

Rizal menyebut kebijakan itu sebagai pengurangan impor "sing perintil". Sebab, meski terlihat banyak tapi dampak yang diberikan terlalu kecil.

Pria yang akrab disapa RR itu mendesak pemerintah untuk fokus pada pembatasan impor besar yang membanjiri Indonesia dan merugikan perusahaan lokal, seperti impor baja dari China. Namun semua prediksi dan usulan RR itu diacuhkan sehingga yang terjadi seperti saat ini

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya