Berita

Anas dan tokoh agama/Net

Nusantara

Ke Banyuwangi, Ulama Al-Azhar Mesir Apresiasi Penyebarluasan Islam Moderat

RABU, 03 JULI 2019 | 14:54 WIB | LAPORAN:

Seorang ulama kaliber dunia yang juga mantan rektor Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Prof. Dr. Ibrahim Salah Elsayed Soliman Elhodhod memberikan ceramah di hadapan ratusan ulama, tokoh, dan guru agama di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa malam (2/7).

Dalam ceramahnya, Syekh Ibrahim Salah mendukung terus upaya kalangan ulama di Tanah Air dan Banyuwangi yang menjaga paham Islam moderat.

Islam moderat yang dimaksud oleh Syekh Ibrahim tersebut tak lain adalah bentuk dari Islam Rahmatan lil Alamin.


"Islam itu rahmat bagi semesta alam. Alam ini, mencakup semua hal. Tak hanya orang Islam. Semua umat manusia, binatang, dan tumbuhan juga harus merasakan rahmat Islam," urainya.

Universitas Al-Azhar sendiri, menurut Syekh Ibrahim, menjadi salah satu pusat peradaban keilmuan yang mengusung Islam moderat (wasatiyah). Meskipun secara umum merupakan kampus Islam, Al-Azhar tak menutup diri terhadap ilmuwan non-muslim.

Ia mencontohkan bagaimana dulu Al-Azhar menerima Musa bin Maimun (1135-1204 M) yang tak lain adalah seorang Rabbi Yahudi. Namun, karena wawasan tentang ilmu kedokteran yang begitu mendalam, hingga akhir hayatnya Musa diberikan keleluasaan mengajar di Al-Azhar.

"Sampai saat ini, banyak para orientalis yang riset dan keluar masuk masjid di Al-Azhar. Karena keramahan di Al-Azhar, tak sedikit dari mereka kemudian masuk Islam. Meski demikian, kita juga tidak mengusik mereka yang tak mau masuk Islam," ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuh Syekh Ibrahim, janganlah beragama dengan taashub (fanatisme buta).

"Pada dasarnya, Islam menolak ta'ashub. Apalagi hingga mengakibatkan perpecahan. Hakikatnya Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang damai," urainya.

Syekh Ibrahim berpesan, keragaman agama, suku dan bahasa di Indonesia adalah sebuah anugerah yang harus dijaga. Jangan sampai hancur berantakan karena sikap ta'ashub umat Islam itu sendiri. Kedamaian di Indonesia ini, mengingatkannya pada masa Nabi Muhammad tatkala hijrah ke Madinah. Semua umat hidup rukun di sana.

"Saat Nabi ke Madinah, beliau memberi kebebasan bagi masyarakat Madinah memeluk agama apapun. Bahkan, yang paling banyak adalah orang-orang yang tak bertuhan. Nabi tak mengusiknya. Kecuali ketika mereka mengkhianati perjanjian yang telah disepakati bersama," imbuhnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengharap, apa yang disampaikan oleh Syekh Ibrahim tersebut bisa menjadi motivasi baru untuk memperkuat persatuan umat di Banyuwangi. Pemahaman Islam yang moderat harus terus didakwahkan di Bumi Blambangan.

"Apa yang disampaikan oleh Syekh Ibrahim ini bisa digetoktularkan kepada yang lain. Sehingga faham beragama yang moderat ini, bisa menjadi jangkar agar masyarakat Banyuwangi tetap damai dalam keragaman agama," harap mantan ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Selama ini, tambah Anas, kerukunan beragama di Banyuwangi telah terjaga dengan sangat baik. Namun, bukan berarti bebas dari upaya-upaya pihak yang tak bertanggung jawab untuk merusaknya.

"Mari terus kita jaga keharmonisan ini. Jangan sampai terkoyak oleh sesuatu yang kecil, seperti halnya perbedaan pandangan politik atau hal lainnya," pungkas Anas.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya