Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

Rocky Gerung: Jokowi Dimenangkan Secara Legal, Tapi Legitimasi Ada Pada Prabowo

RABU, 03 JULI 2019 | 14:39 WIB | LAPORAN:

Ada hal di luar kebiasan pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa Pilpres 2019. Prabowo Subianto terlihat gembira sementara Joko Widodo malah gugup.

Padahal, MK dalam putusannya menolak gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. Dengan arti, MK menguatkan keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-Maruf sebagai pemenang pilpres.

"Yang mengagetkan saya melihat potongan di layar Tv adalah pak Prabowo justru gembira-gembira saja menghadapi soal ini. Yang agak gugup malah kubu pak Jokowi karena menunggu kepastian kapan rekonsiliasi dengan pak prabowo," kata pengamat politik, Rocky Gerung saat menjadi pembicara program Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema 'Setelah Vonis MK: Seperti Apa Wajah Demokrasi Kita?', Selasa malam (2/7).


Jadi jelas Rocky, agak ajaib seorang yang memenangkan pilpres yang seharusnya berpesta justru hatinya tidak lega. Menurutnya, itu yang menerangkan bahwa Jokowi dimenangkan secara legal tapi legitimasi ada pada Prabowo.

Ahli filsafat ini mengungkapkan, ada yang belum tuntas dengan putusan MK, kedua kuasa hukum masih saling berargumen, dan masyarakat masih terbelah.

"Saya membayangkan demokrasi kita akan kembali berhadapan pada hal yang sama mungkin 10 bulan kedapan saat Pilkada serentak 2020, dan ini akan caaryover ke situ problem ini, karena tidak ada formulasi untuk menyelesaikan," tutur Rocky.

Namun, dia tidak setuju MK dianggap tidak memiliki kemampuan, yang ada lembaga yang dipimpin Anwar Usman itu tidak berani memanfaatkan kemampuan secara maksimal. MK gagal memanfaatkan momentum untuk menghasilkan inovasi hukum.

"Kan dokter enggak bisa bilang penyakit anda enggak bisa kami kenal, sudah pergi ke dukun saja, enggak bisa begitu. Sama dengan problem ini, publik merasa ada kecurangan datang ke MK, MK bilang itu persoalan etis, kami tidak bisa putuskan. Lalu gimana? Berdoa!" ujar Rocky.

Padahal, MK dibuat agar orang tidak terlalu banyak berdoa dan supaya langit lebih dekat dengan bumi.

"Seluruh problem itu diselesaikan dengan filosofi yang disebut judicial activism, itu prinsip yang diberikan pada MK. Ambil diskresi seabsolute mungkin soal justice. Itu yang tidak dilakukan MK," sebut Rocky, sambil menambahkan itu dasarnya kenapa publik masih terpecah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya