Berita

Khofifah Indar Parawansa tiba Tipikor Jakarta/RMOL

Hukum

Bersaksi Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Gubernur Khofifah Indar Parawansa Irit Bicara

RABU, 03 JULI 2019 | 11:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Khofifah akan bersaksi untuk terdakwa Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi. Khofifah disebut-sebut memberikan rekomendasi kepada anggota DPR dari Fraksi PPP M. Romahurmuziy dan Panitia Seleksi (Pansel) untuk meloloskan Haris.

Khofifah tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta sekira pukul 10.00 WIB. Mantan Menteri Sosial ini irit bicara dan enggan memberikan pernyataan terkait kehadirannya yang akan bersaksi di persidangan.


Mengenakan batik warna coklat dibalut kerudung kuning dan celana hitam, Khofifah memilih langsung bergegas ke ruangan tunggu saksi.

"Nanti saja ya," kata Khofifah dengan senyum, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl. Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).

Khofifah sebelumnya pernah mangkir pada persidangan kasus ini. Dia mangkir pada 18 dan 26 Juni lalu. Pada sidang 18 Juni, Khofifah mangkir tanpa alasan apapun. Kemudian, pada 26 Juni, dia tidak hadir karena harus menikahkan putrinya.

Dalam perkara ini, Haris didakwa menyuap Romahurmuziy dan Menag Lukman senilai Rp 355 juta. Romi sapaan akrab Romahurmuziy disebut menerima uang Rp 255 juta sedangkan Lukman Rp 70 juta. Sementara Muafaq didakwa menyuap Romi senilai Rp 91,4 juta.

Mereka diduga berupaya menyuap untuk memuluskan proses pengisian jabatan di lingkungan Kemenag Jatim dan Gresik.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya