Berita

Istimewa

Nusantara

Kenalkan Tradisi Adat, PIRN di Banyuwangi Dipuji Pelajar Se-Indonesia

SENIN, 01 JULI 2019 | 01:34 WIB | LAPORAN:

Perhelatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Banyuwangi telah berakhir. Para peserta yang datang dari seluruh Indonesia mengaku sangat menikmati ajang kemah ilmiah yang digelar selama satu pekan (26-29 Juni 2019) ini karena dikemas dengan menarik.

Hal itu diungkapkan salah satunya oleh peserta asal Papua, Veronica Mahuze. Siswa SMAN SATAP 4 mengaku senang mengikuti kemah ilmiah di Banyuwangi karena didesain dengan menarik. Selain observasi yang dilakukan di destinasi wisata, setiap harinya peserta dikenalkan budaya Banyuwangi.

"Saya sangat senang dengan budaya Banyuwangi. Setiap hari, secara bergiliran peserta diajak belajar menari Gandrung. Ini menarik, karena menarinya beda dengan budaya kami. Jadi memperkaya kami tentang kekayaan suku bangsa yang ada di Indonesia," kata Veronica.


Hal yang sama juga diungkapkan oleh Achmad Fayyad, siswa SMAN Modal Banda Aceh. Siswa kelas X, jurusan IPA ini melakukan penelitian di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi yang dikenal dengan wisata agronya.

"Di sana kami diajak berinteraksi dengan warga, kami dikenalkan nilai-nilai kehidupan mereka. Bagaimana memproduksi kopi yang merupakan komoditas utama mereka, sekaligus ternak kambing ettawa. Akhirnya ini menginspirasi kami membuat paper tentang pengolahan kopi," ujar Fayyad.

Ajang PIRN XVIII yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan diikuti 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia. Pada tahun ini, peserta yang terbagi empat bidang ini, melakukan penelitian di lima lokasi wisata di Banyuwangi. Antara lain, Bangsring Underwater, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, hingga Mal Pelayanan Publik.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengaku sangat lega karena mayoritas peserta mengaku betah selama pelaksanaan di Banyuwangi. Observasi lapang yang dilakukan langsung di lokasi wisata dan pusat pelayanan publik, dikatakan Anas untuk mengenalkan mereka tentang kekayaan alam Banyuwangi.

“Lokasi ini kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Sekaligus juga kami ingin mendapat masukan dari paper yang mereka kerjakan berdasar penelitian lapang," jelas Anas.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan LIPI, Agus Hariyono menyatakan puas dengan penyelenggaran PIRN Banyuwangi. Bagi LIPI, penyelenggaraan PIRN di Banyuwangi adalah terbaik dalam sejarah.

“Ketua LIPI juga menyatakan bahwa pelaksanaan PIRN di Banyuwangi adalah terbaik dalam sejarah. Terima kasih kepada Banyuwangi atas terselenggaranya PIRN 2019 ini dengan baik,” kata Agus.

Untuk menghormati para peserta, penutupan PIRN di Gedung Seni Budaya digelar dengan meriah dengan menampilkan beragam seni dan tradisi Banyuwangi. Ribuan peserta kompak mengenakan udeng (penutup kepala) khas Banyuwangi.

Selain itu, ribuan peserta juga diajak mendaki Gunung Ijen pada malam terakhir di Banyuwangi. Usai mendaki, mereka pun langsung disambut Bupati Anas di pendopo kabupaten. Anas pun mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah hadir di Banyuwangi.

Di akhir acara, para peserta ini bahkan menari Gandrung bareng seolah tak mengenal lelah usai turun mendaki Ijen. Mereka dengan gembira mengikuti gerak penari Gandrung yang memandu mereka.

“Kami beruntung bisa mengikuti event ini, karena selain bertemu orang  yang sama-sama hobi riset, saya bangga bisa melihat kota Banyuwangi yang tak pernah saya bayangkan seindah ini. Saya jadi optimis untuk bisa mengembangkan Merauke menjadi seperti Banyuwangi,” kata Anisa, peserta asal Merauke.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya