Berita

Prabowo rapat dengan BPN dan parpol koalisi/Net

Politik

Saat Prabowo Sampaikan "Ini Bisa Jadi Rapat Terakhir", Suasana Jadi Hening, Sumedhot..

SABTU, 29 JUNI 2019 | 07:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon Presiden Prabowo Subianto resmi membubarkan partai politik Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mengusung dirinya dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Prabowo mengumumkan keputusan itu setelah dirinya bersama elite parpol koalisi dan petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menggelar rapat tertutup, di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat malam (28/6).

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menceritakan suasana saat Prabowo menyampaikan keputusan tersebut. Jelas dia, suasana jadi hening.


"Dikelilingi pimpinan partai koalisi dan tokoh-tokoh lainnya pak @prabowo sampaikan: "Ini bisa jadi rapat terakhir sebagai koalisi pengusung. Saya kembalikan mandat sepenuh hormat kepada masing-masing partai..". Suasana jadi hening.. rasa kehilangan, sumedhot..," kata dia lewat akun Twitter @PriyoBudiS, Sabtu (29/6).

Jelas Prabowo, meski Koalisi Indonesia Adil dan Makmur dibubarkan, semua yang hadir bersepakat untuk tetap membangun kebersamaan demi pengabdian yang tidak pernah usai kepada rakyat dan bangsa tercinta.

"Diusulkan dibentuk 'kaukus parpol' sebagai ajang silaturahmi. Adil dan makmur tetap menjadi roh dan spirit," sebut mantan pimpinan DPR ini.

Priyo menambahkan, kepada seluruh rakyat, para pendukung, partai koalisi dan para relawan, Prabowo menyampaikan permohonan maaf belum berhasil dalam kontestasi pilpres. Tapi tetap mengabdi kepada bangsa.

"Jadi inget kata-kata Douglas MacArthur: 'Old soldiers never die, they simply fade away'," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya