Berita

Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam sebuah kesempatan/Net

Politik

Dibandingkan AHY, Sosok Pakde Karwo Lebih Disukai

JUMAT, 28 JUNI 2019 | 23:01 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kemenangan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin dalam pemilihan presiden tahun ini tinggal menunggu penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pelantikan keduanya sebagai pasangan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan Jokowi-Amin keluar sebagai pemenang, maka kini pembicaraan di tengah masyarakat mulai bergeser ke hal-hal yang terkait dengan format kabinet yang akan disusun Jokowi-Amin.

Termasuk di dalam hal ini adalah posisi Partai Demokrat yang belakangan mulai merapat ke kubu Jokowi-Amin dan PDI Perjuangan sebagai pengusung utama pasangan itu.


Informasi yang beredar di kalangan politisi mengatakan bahwa pimpinan PDIP memberikan lampu hijau bagi Partai Demokrat untuk bergabung dalam pemerintahan jilid dua Jokowi.

Namun terkait siapa sosok yang akan mewakili Partai Demokrat dalam pemerintahan Jokowi-Amin masih dibicarakan dengan sangat serius.

Sinyal dari Partai Demokrat dirasa sudah cukup tegas, yakni ingin “menitipkan” Agus Harimurti Yudhoyono pada Jokowi.

Informasi yang beredar menyebutkan ada keinginan dari kalangan Demokrat agar AHY ditempatkan di dua posisi yang memiliki dampak elektoral yang bersentuhan langsung dengan rakyat demi memperkuat basis dukungan di tahun 2024. Kedua posisi yang diincar itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Sosial.

Namun terlepas dari keingian Demokrat bergabung dan menginstal AHY di jajaran kabinet Jokowi, informasi yang beredar mengatakan bahwa kalangan pimpinan partai banteng lebih menyukai sosok Ketua DPD Jawa Timur Partai Demokrat Soekarwo.

Latar belakang sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membuat mantan Gubernur Jawa Timur itu dinilai lebih dapat diandalkan dan dipercaya.

Selain itu Pakde Karwo dinilai lebih bersahabat dan dirasa tidak pernah memperlihatkan perlawanan terhadap Jokowi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya