Berita

Partai Golkar/Net

Politik

Kader Golkar Diminta Arif Tanggapi Dinamika Jelang Munas

KAMIS, 27 JUNI 2019 | 18:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dinamika di internal Partai Golkar merupakan hal yang biasa saja terjadi, apalagi menjelang gelaran musyawarah nasional (Munas) untuk memilih kepengurusan baru.

"Sesungguhnya kader maupun simpatisan dapat bersikap arif dan bijak atas dinamika tersebut," kata Ketua bidang Perempuan PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Angelia Dhian Permata da Silva, Kamis (27/6).

DPP Partai Golkar menjadwalkan menggelar Munas pada Desember 2019. Sesepuh Golkar yang saat menjabat Wakil Presiden M. Jusuf Kalla juga menilai pelaksanaan Munas tidak perlu dipercepat.


Dhian menjelaskan, tahun pemilu merupakan momen yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan partai politik. Pada Pemilu serentak 2019, Golkar terbukti mampu keluar dengan mulus dari badai politik.

Ditambah, pada pemilu lalu merupakan event terberat dalam pelaksanaan momentum politik baik nasional dan internasional karena pelaksanaannya digelar serentak yang menyita waktu dan energi.

"Golkar yang merupakan salah satu peserta dalam pelaksanaan pemilu serentak ini, berupaya keras untuk bisa meningkatkan kuota serta jumlah kursi di parlemen. Walaupun tidak bisa juga kita menutup mata bahwa tarikan pilpresnya lebih menarik perhatian publik," tutur Dhian.

Berdasarkan perolehan hasil Pemilu 2019, Golkar cukup mendapat sambutan baik dari masyarakat. Berada di posisi kedua setelah PDIP, adalah capaian yang mumpuni setelah Golkar melewati badai internal yang menggerus energi partai.

Ditambahkan Dhian, dinamika itu keharusan di organisasi, namun yang lebih utama adalah tata krama serta memiliki kesantunan sehingga tidak menimbulkan keonaran yang akan mengganggu konsolidasi partai.

Menurutnya, jika dianggap ada yang harus diperbaiki atau disempurnakan, ada mekanisme yang bisa digunakan sehingga upaya serta ikhtiar perbaikan organisasi Golkar bisa terwujud.

Ditambahkannya, pemahaman politik itu mentolerir untuk setiap kader bisa bermetamorfosis asal sesuai dengan koridor yang dianjurkan oleh kultur dan adab Golkar. Harapan atas ini yaitu budaya kesantunan sebagai bagian integral dari karakter ketimuran tidak usang.

"Dan dalam hal ini dapat menjadi salah satu modal untuk menjaga persatuan dan kesolidan dalam tubuh Golkar sehingga cita-cita dan tujuan bersama dapat terwujud," demikian Dhian yang juga anggota Departemen Kebencanaan DPP Partai Golkar ini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya