Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Gak Ketemu Akal Partai 4 Persen Tawarkan Jatah Menteri

SENIN, 24 JUNI 2019 | 18:42 WIB | LAPORAN:

Politikus Demokrat Andi Arief menyindir pihak-pihak yang mengatasnamakan Joko Widodo membahas soal jatah menteri untuk kabinet periode 2019-2024.

Menurutnya, bila ada tawaran menteri bukan dari Jokowi, dipastikan itu adalah tawaran palsu alias bodong.

"Tanggal 27 Juni 2019 sudah ada presiden hasil Pemilu. Setelah itu presiden akan bentuk kabinet. Hanya presiden yang berhak menentukan menterinya," kata Andi dalam unggahan twitternya, Senin (25/6).


Jadi, lanjut Andi bila ada politikus, meskipun memang terdaftar sebagai pendukung Jokowi-Maruf membahas soal jatah menteri, tidak perlu digubris.

"Kalau ada tawaran dari pihak lain seperti sekjen PPP, itu tawaran palsu. Logikanya gak ketemu akal, partai 4 persen menawarkan menteri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung pasangan calon petahana, Joko Widodo membuka peluang untuk mengajak Partai Gerindra dalam penyusunan kabinet kerja 2019-2024.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).

"Memang ada sebagian partai-partai di KIK yang katakanlah memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra," ujar Arsul.

Bukan tanpa alasan, Arsul menyebut alasan rekan-rekannya di KIK untuk mengajak Gerindra karena Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang juga calon presiden itu memilih jalur konstitusi sebagai pelengkap kompetisi.

Sebab, sikap Prabowo yang memilih jalur konstitusi ini dianggap sebagai langkah yang gentleman.

"Kemudian tidak mengajak kelompok pendukungnya ada di situasi yang menuju anarkis. Sikap-sikap itu yang membuat sebagian teman-teman di koalisi sangat menghormati," ungkapnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya