Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Soroti Jargon "Kerja Kerja Kerja" Jokowi, Rizal Ramli: Enggak Aneh Hasilnya Amburadul

MINGGU, 23 JUNI 2019 | 16:12 WIB | LAPORAN:

Ekonom Senior Rizal Ramli kembali mengkritisi laju pemerintahan era Presiden Joko Widodo. Kali ini, ia menyoroti jargon "kerja kerja kerja" yang sering dilantangkan Presiden RI ke-7 tersebut.

Mulanya, Rizal yang terkenal vokal itu me-retweet tautan artikel dari Kantor Berita RMOL yang berjudul "Keuangan Negara dan Manajemen Fiskal Memprihatinkan".

Artikel yang ditulis oleh Managing Director PEPS Anthony Budiawan ini mengkritisi kondisi keuangan dan manajemen fiskal Indonesia saat ini yang menurutnya dalam keadaan bahaya.


Lantas, pria yang akrab disapa RR itu pun menyebut situasi yang digambarkan dalam artikel Anthony Budiawan itu dampak dari kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beberapa waktu silam dinobatkan sebagai menteri terbaik di Asia.

"Inilah kinerja Menkeu 'Terbalik', makin lama makin membahayakan," ujar RR di Twitter, Jumat (23/6). Kata terbalik yang digunakannya merujuk pada Sri Mulyani yang acapkali disebutnya tidak layak mendapat predikat Menteri Terbaik.

"Kalau pidato kaya benar hati-hati dan prudent, tapi angka-angka semakin merosot, semakin bolong," imbuh RR.

Retweet RR itu pun ramai ditanggapi netizen. Salah seorang dari mereka, @Ba69Ciluk, lantas berkomentar dengan membawa semboyan kerja milik Jokowi.

"Kerja, kerja, kerja," tulisnya.

RR pun tergelitik untuk menanggapi komentar salah satu pengikutnya itu. Menurutnya, justru semboyan kerja itu yang membuat kinerja pemerintah semakin buruk atau kalau dalam bahasanya amburadul.

"Awalnya Jokowi visinya bagus (Trisakti), tapi kemudian diganti dengan 'kerja kerja kerja'. Kehilangan rohnya, strategi neoliberalisme yang bergantung pada utang. Ndak aneh, hasilnya amburadul," jawab Mantan Menko Kemaritiman era Jokowi ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya