Berita

Evaluasi Smart City/Net

Nusantara

Alasan Kemenkominfo Gelar Rapat Evaluasi Smart City Di Banyuwangi

RABU, 19 JUNI 2019 | 10:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar evaluasi pelaksanaan smart city se-Indonesia di Banyuwangi selama tiga hari mulai dari, Selasa hingga Kamis (18 hingga 20 Juni 2019).

Rapar evaluasi ini diikuti 75 kabupaten/kota di Indonesia yang telah melaksanakan program smart city.

Dikatakan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kemenkominfo, Heri Abdul Azis, dipilihnya Banyuwangi untuk lokasi pertemuan ini lantaran Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah mengimplentasikan smart city, dengan label Smart Kampung.


"Dengan Program Smart Kampungnya, Banyuwangi terbukti berupaya mendekatkan dan mempermudah pelayanan publik dengan menggunakan kendaraan tekonologi komunikasi dan informasi (TIK). Desa-desa pun telah diajak untuk aktif menggunakan TIK," kata Hery.

Selain itu, lanjut Hery, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi evaluasi agar para peserta bisa melihat beragam inovasi berbasis TIK yang telah dikembangkan oleh kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini.

"Beragam inovasi seperti Akta Lahir Procot Pulang Bawa Akta yang memanfaatkan TIK yang dibuat sangat menginspirasi karena memudahkan warga, dan berbagai program lainnya," kata Hery.

"Inovasi yang dilakukan Banyuwangi itu sederhana tapi bisa menginspirasi banyak orang. Peserta dari daerah lain bisa langsung melihat bagaimana proses perubahan yang dilakukan Banyuwangi. Kami harap, bisa memotivasi peserta lainnya,” imbuh Heri.

Heri lalu menerangkan bahwa evaluasi ini dilakukan pada kabupaten/kota yang masuk dalam gerakan smart city pada tahun 2017 dan 2018 yang jumlahnya saat ini mencapai 75 daerah.

“Evaluasi ini tujuannya untuk perbaiki dan peningkatan kualitas dan pengaruh layanan tersebut pada publik. mulai dari mereka yang telah menerapkan Smart Branding, Smart Mobility, hingga Smart Environment kita evaluasi semua bareng-bareng,” cetus Heri.

Dia lalu menyebutkan sejumlah parameter yang harus dijaga dalam pelaksanaan program smart city. Parameter tersebut di antaranya, komitmen, kolaborasi dan public partnership.

“Komitmen, contohnya  Banyuwangi yang punya komitmen kuat menjaga identitas kotanya dengan mewajibkan setiap bangunan baru mengangkat arsitektur lokal. Kedua, kolaborasi dengan banyak pihak. Terakhir, ada keterlibatan publik yang tinggi dalam pelaksanaan tersebut,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik penyelenggaraan evaluasi smart city yang diadakan di Banyuwangi ini. Menurutnya, ini merupakan kesempatan bagi Banyuwangi untuk bisa sharing dengan berbagai daerah yang telah mengembangkan smart city.   

"Ini bisa kami manfaatkan untuk mendapatkan masukan tentang penggunaan TI untuk mempercepat sekaligus mempermudah pelayanan publik. Para pembuat keputusan yang hadir bisa saling tukar program untuk memperkaya pelayanan publiknya yang efisien dan efektif," jelas Anas.  

"Contohnya Banyuwangi yang baru saja mengenalkan layanan publik mandiri di mana warga bisa mengurus dokumen sendiri (self service) tanpa harus bertemu petugas. Program ini masih terus kita sempurnakan. Kami berharap Kominfo bisa mendukung pelaksanaannya," pungkas Anas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya