Berita

Surat suara Pilpres 2019/Net

Politik

Agus Maksum Beri Kesaksian Tentang DPT Invalid

RABU, 19 JUNI 2019 | 10:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kembali digelar Mahkamah Konstitusi (MK). Agenda sidang adalah memperdengarkan keterangan dari saksi yang dihadirkan kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemohon.

Saksi pertama yang dihadirkan adalah Agus M Maksum dari Sidoarjo. Dia bertindak sebagai tim pasangan Prabowo-Sandi yang meneliti dan masukan soal data KPU yang valid.

Dalam kesaksiannya, Agus mengaku bertugas mendatangi KPU untuk mendiskusikan dan menginformasikan adanya daftar pemilih tetap (DPT) yang dianggap invalid. Diskusi yang digelar pada bulan Maret itu tidak menemui titik temu, hingga kemudian Agus membuat laporan secara resmi kepada KPU supaya menindaklanjuti temuannya.


"Itu berkaitan dengan DPT tidak wajar berkode khusus sebanyak 17,5 juta, yang terdiri ada NIK palsu, KK palsu, tanggal lahir yang sama dalam jumlah yang tidak wajar. Kemudian KK manipulatif," terangnya.

Agus menjelaskan bahwa data palsu itu diperoleh setelah pihaknya melakukan konfirmasi data dari KPU ke Dinas Dukcapil Kemendagri.

"Sementara respon KPU waktu itu mengatakan bertahan bahwa itu adalah data lapangan," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya